
Pelaku berinisial SP (34) dan Barang Bukti *
Sambaranews.com, SAMARINDA – Seorang pria berinisial SP (34) diamankan aparat kepolisian setelah mengamuk dengan senjata tajam di kawasan Palaran City, Kamis (20/2/2025). Aksi nekat pelaku sempat membuat panik warga sekitar dan para karyawan toko yang menjadi sasaran amukannya.
Polsek Palaran, Polresta Samarinda, Polda Kaltim bergerak cepat setelah menerima laporan dari warga mengenai insiden tersebut. Unit Reskrim Polsek Palaran yang dibantu Unit Sabhara dan Beat 09 Polresta Samarinda segera menuju lokasi kejadian. Setibanya di lokasi, petugas langsung mengamankan pelaku bersama barang bukti sebilah parang sepanjang 75 cm yang digunakannya untuk mengancam orang-orang di sekitar.
Kapolres Kukar, AKBP Dody Surya Putra, melalui Kapolsek Palaran, AKP Iswanto, membenarkan peristiwa ini dan memastikan bahwa SP telah diamankan di Polsek Palaran untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Insiden ini bermula dari kesalahpahaman yang membuat pelaku tersinggung terhadap karyawan toko yang sedang sibuk membongkar barang dagangan.
“Pelaku merasa dirinya ditertawakan oleh karyawan toko, padahal mereka sedang bekerja dan tidak ada maksud seperti itu,” ujar Kapolsek.
Menurut keterangan saksi di lokasi, SP yang tampak marah langsung meninggalkan tempat kerjanya yang tak jauh dari ruko tersebut. Ia kemudian kembali dengan membawa parang dan berteriak sambil mengacungkan senjata tajamnya ke arah para karyawan toko.
“Kami sangat ketakutan. Tiba-tiba dia datang sambil membawa parang dan langsung mengancam kami. Kami tidak tahu apa salah kami,” ungkap salah satu karyawan toko yang enggan disebutkan namanya.
Warga yang menyaksikan kejadian ini segera melapor ke kepolisian. Petugas yang tiba di lokasi dengan sigap mengamankan pelaku sebelum situasi semakin membahayakan. Barang bukti berupa parang juga telah disita sebagai bagian dari penyelidikan.
Kapolsek Palaran menegaskan bahwa SP akan dikenakan sanksi hukum sesuai dengan UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 335 serta Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951. Pelaku terancam hukuman hingga 10 tahun penjara atas tindakannya yang membahayakan keamanan publik.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk lebih tenang dalam menghadapi permasalahan dan tidak mudah tersulut emosi. Kepolisian akan terus meningkatkan pengamanan di wilayah Palaran guna memastikan ketertiban masyarakat tetap terjaga.
“Kami mengajak masyarakat untuk segera melaporkan jika ada kejadian serupa agar dapat segera ditangani sebelum membahayakan orang lain,” tambah Kapolsek. (ari/nr)