
ETLE Mobile di Kukar. *(ari)
Sambaranews.com, KUTAI KARTANEGARA – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kutai Kartanegara kini resmi menerapkan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Mobile untuk meningkatkan kepatuhan berlalu lintas dan menekan angka pelanggaran. Sistem ini memungkinkan petugas mencatat pelanggaran lalu lintas secara digital tanpa harus melakukan interaksi langsung dengan pengendara.
Kasatlantas Polres Kukar, Iptu Ahmad Fandoli, menjelaskan bahwa ETLE Mobile merupakan perangkat handheld yang digunakan petugas di lapangan untuk merekam pelanggaran lalu lintas dalam bentuk foto dan video.
“Ketika terjadi pelanggaran, petugas akan segera mendokumentasikan dengan foto dan video. Data tersebut disimpan dalam memory card dan dikirimkan ke back office Satlantas Kukar,” jelasnya.
Setelah data pelanggaran diterima, Satlantas Kukar akan mencetak blanko konfirmasi pelanggaran yang kemudian dikirimkan ke alamat pelanggar berdasarkan data kendaraan dalam sistem.
Pelanggar memiliki waktu lima hari untuk melakukan konfirmasi, baik melalui telepon maupun langsung ke posko ETLE di Satlantas Kukar. Jika pelanggar tidak memberikan konfirmasi dalam batas waktu yang ditentukan, maka pajak kendaraan akan diblokir sementara hingga pelanggaran diselesaikan.
“Jika tidak ada konfirmasi, pajak kendaraan akan diblokir sementara dan penindakan dilakukan seperti pada ETLE statis,” tegas Iptu Ahmad Fandoli.
ETLE Mobile menargetkan berbagai jenis pelanggaran lalu lintas yang sering terjadi, di antaranya:
✔ Tidak memakai helm saat berkendara
✔ Berboncengan lebih dari dua orang
✔ Kendaraan barang digunakan untuk mengangkut orang
✔ TNKB (Tanda Nomor Kendaraan Bermotor) tidak sesuai ketentuan
✔ Parkir di area terlarang
✔ Melanggar marka jalan
✔ Menerobos lampu merah
✔ Menggunakan ponsel saat berkendara
✔ STNK tidak memiliki pengesahan tahunan
✔ Kendaraan tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan
✔ Penumpang sepeda motor tidak mengenakan helm
✔ Tidak memakai sabuk pengaman
Penerapan ETLE Mobile juga bertujuan mengurangi interaksi langsung antara petugas dan pengendara, sehingga dapat mencegah potensi penyalahgunaan wewenang serta menghilangkan praktik pungutan liar di jalan raya.
“Tidak ada pembayaran di tempat, pembayaran hanya dilakukan melalui mekanisme persidangan,” tegas Iptu Ahmad Fandoli.
Selain itu, Satlantas Kukar juga akan menindak kendaraan yang menggunakan lampu tidak sesuai standar operasional prosedur (SOP), seperti lampu dengan intensitas cahaya berlebihan yang dapat mengganggu pengendara lain dan meningkatkan risiko kecelakaan.
“Sebelum dilakukan tindakan hukum, petugas akan terlebih dahulu memberikan imbauan kepada pemilik kendaraan untuk mengganti lampu mereka sesuai aturan,” tambahnya.
Patroli rutin juga akan digencarkan untuk memantau penggunaan lampu yang tidak sesuai standar serta memastikan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas.
Dengan penerapan ETLE Mobile, Polres Kukar berharap kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat. Sistem ini tidak hanya bertujuan untuk menindak pelanggar, tetapi juga menekan angka kecelakaan di jalan dengan mendorong pengendara agar lebih patuh terhadap peraturan lalu lintas.
“Kami berharap langkah ini dapat meningkatkan kesadaran pengendara dalam menggunakan kendaraan dengan bijak serta mengurangi risiko kecelakaan di jalan,” tutup Iptu Ahmad Fandoli.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk lebih disiplin dalam berlalu lintas, serta memastikan kelengkapan kendaraan dan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku demi keselamatan bersama. (ari/nr)