Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Sufyan Jufri. *(adv/ist)

Sambaranews.com, BALIKPAPAN – DPRD Kota Balikpapan menegaskan bahwa kebersihan dan kualitas makanan harus menjadi prioritas dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Jika tidak dikelola dengan baik, makanan yang seharusnya bermanfaat bagi siswa justru bisa menjadi sumber penyakit.
Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Sufyan Jufri, mengingatkan bahwa seluruh proses penyajian makanan dalam program ini harus memenuhi standar higienis yang ketat.
“Namanya makanan bergizi, berarti harus higienis. Juru masak harus memakai penutup kepala, sarung tangan, dan mengikuti standar kebersihan yang baik,” ujar Sufyan, Selasa (4/2/2025).
Ia menegaskan bahwa penerapan standar kebersihan yang ketat sangat penting agar makanan tetap aman untuk dikonsumsi oleh siswa. Tanpa pengawasan yang baik, risiko terjadinya masalah kesehatan seperti keracunan makanan bisa meningkat.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti kualitas bahan makanan yang digunakan dalam program MBG. Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan kualitas makanan.
“Kalau kualitas bahan makanan rendah karena keterbatasan anggaran, bisa meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi siswa, seperti keracunan makanan atau masalah pencernaan lainnya,” tambahnya.
Oleh karena itu, DPRD meminta agar pemerintah melakukan pengawasan ketat terhadap seluruh tahapan produksi makanan, mulai dari pemilihan bahan baku hingga distribusinya ke sekolah-sekolah.
Selain pengawasan, DPRD juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat tentang pola makan sehat. Sufyan menyebut bahwa masih banyak orang tua dan siswa yang kurang memahami pentingnya kandungan gizi dalam makanan.
“Agar masyarakat juga paham bahwa makanan sehat bukan sekadar kenyang, tapi harus memenuhi standar gizi yang baik,” jelasnya.
Dengan adanya sosialisasi dan pengawasan yang lebih baik, diharapkan program MBG bisa memberikan dampak yang positif dalam jangka panjang dan menanamkan kebiasaan makan sehat di kalangan siswa.
DPRD Kota Balikpapan meminta agar pemerintah tidak hanya fokus pada distribusi makanan, tetapi juga rutin mengevaluasi efektivitas dan kualitas program ini. Dengan pengelolaan yang baik, MBG diharapkan dapat menjadi program yang benar-benar bermanfaat bagi siswa di Balikpapan.
(*/ADV/DPRD Balikpapan)


Kebakaran Subuh Hanguskan 8 Bangunan di Liang Ilir, 12 KK Kehilangan Rumah: Damkar Terkendala Kurangnya Koordinasi Warga
Tiga Bangunan Hangus Terbakar di Sri Bangun, Damkar Kota Bangun Bergerak Cepat Padamkan Api
Dukungan Baru untuk Damkar Kota Bangun, Tingkatkan Kecepatan Penanganan
Kepala Pos Damkarmatan Kota Bangun Sambut Positif Bantuan Sarana Penyelamatan
Damkar Tabang Ajak Petani Kurangi Pembakaran Lahan demi Lingkungan yang Lebih Aman
Akses Jalan Kayu Jadi Kendala, Damkarmatan Muara Muntai Nilai Viar Lebih Efisien Dibanding Komodo
Bupati Kutai Barat Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Kemasan Produk
Usai Dikeluhkan Pedagang, Kebijakan Tarif Lapak Bazar Ramadan Direvisi
Terkendala Efisiensi Anggaran, Pembangunan Pabrik Pakan Ikan di Loa Kulu Tertunda
Air Bangar Kembali Muncul, DKP Kukar Imbau Pembudidaya Ikan Lakukan Langkah Antisipasi