
Konferensi Pers Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalimantan Timur. *
Sambaranews.com, BALIKPAPAN – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalimantan Timur berhasil membongkar jaringan pencurian sepeda motor (curanmor) yang beraksi di berbagai wilayah Balikpapan. Keberhasilan ini berkat penyelidikan intensif Tim Opsnal Jatanras setelah menerima laporan masyarakat terkait maraknya kasus kehilangan motor.
Menurut Kapolda Kaltim Irjen Pol Nanang Avianto, melalui Kasubdit Jatanras AKBP Agta Bhuwana Putra, para pelaku menggunakan berbagai modus operandi, mulai dari membobol kabel motor hingga mendorong kendaraan yang tidak dikunci stang. Berikut rincian kasusnya:
Pelaku berinisial T melakukan aksinya dengan mengawasi situasi hingga dirasa aman. Setelah menemukan motor yang tidak dikunci stang, ia mendorong kendaraan tersebut ke tempat tersembunyi. Pelaku kemudian membobol kabel motor dengan menghubungkan kabel merah dan hitam untuk menyalakan mesin.
Kasus ini terjadi di beberapa lokasi, seperti SMPN 17 Balikpapan di Jl. Soekarno-Hatta KM 16 dan Jl. MT Haryono Gg. Sekawan 2. Pelaku akhirnya ditangkap saat hendak mencuci motor curian di sebuah tempat pencucian kendaraan.
Dua pelaku, KH dan SN, melakukan pencurian di parkiran rumah kontrakan di Jl. Joko Tole 4, Sungai Ampal, Balikpapan Selatan. Modus mereka sederhana, yaitu mendorong motor menggunakan kaki hingga ke rumah salah satu pelaku.
Polisi juga menemukan bahwa keduanya kerap mencuri di berbagai lokasi lain, seperti Perumahan Balikpapan Kota dan Sepinggan Raya. Mereka bahkan menggunakan modus meminjam kendaraan tetangga untuk dijual kembali.
MY, yang berperan sebagai penadah, membeli tiga unit sepeda motor curian dari jaringan ini. Penangkapan MY dilakukan di kediamannya di Jl. Blora, Kelurahan Klandasan Ilir, pada 17 Desember 2024. Ia membeli motor dengan harga di bawah pasar untuk dijual kembali.
Para pelaku dikenakan Pasal 363 Ayat (1) Ke-3 dan Ke-5 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara. Sementara itu, MY dijerat Pasal 480 KUHP terkait penadahan, dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.
Kapolda Kaltim melalui AKBP Agta Bhuwana Putra mengimbau masyarakat untuk meningkatkan keamanan kendaraan mereka. “Pastikan selalu mengunci stang dan gunakan kunci tambahan untuk mencegah aksi pencurian,” tegasnya.
Polisi berkomitmen untuk terus memberantas tindak kejahatan serupa demi menjaga keamanan masyarakat di Kalimantan Timur.