
Kukar Siap Terapkan SEB Tiga Menteri. *
Sambaranews.com, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah resmi menetapkan aturan baru terkait pembelajaran selama bulan Ramadan 2025 melalui Surat Edaran Bersama (SEB) yang ditandatangani oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi; Menteri Agama; serta Menteri Dalam Negeri. Regulasi ini mengatur mekanisme pembelajaran, waktu libur, serta kegiatan keagamaan di bulan suci Ramadan.
Berdasarkan SEB Tiga Menteri Nomor 2 Tahun 2025, pemerintah telah menetapkan jadwal pembelajaran dan libur sekolah selama Ramadan 1446 Hijriah/2025 Masehi. Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi salah satu daerah yang menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan aturan ini.
Plt Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Joko Sampurno, menyebutkan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah untuk menyesuaikan aturan SEB dengan kondisi lokal.
“Kami akan menyesuaikan dengan situasi dan kebutuhan daerah, sehingga pembelajaran selama Ramadan tetap kondusif dan selaras dengan nilai-nilai keagamaan,” ujar Joko, Kamis (23/1/2025).
Joko menjelaskan bahwa jadwal pembelajaran selama Ramadan akan mengalami perubahan, terutama dengan menekankan aspek pendidikan keagamaan. Selama bulan suci, sekolah-sekolah di Kukar akan menyelenggarakan berbagai kegiatan yang mendukung pelaksanaan ibadah, seperti tadarus Al-Qur’an, ceramah agama, dan kegiatan sosial.
“Pembelajaran di bulan Ramadan akan lebih fleksibel, berfokus pada nilai-nilai spiritual dan keagamaan, tanpa mengurangi kualitas pendidikan,” tambahnya.
Selain itu, kebijakan terkait pakaian seragam juga akan diubah selama Ramadan. Siswa Muslim diwajibkan mengenakan pakaian islami, seperti baju koko atau gamis, sementara siswa non-Muslim dapat mengenakan pakaian sesuai tradisi keagamaan mereka masing-masing.
“Kami ingin memastikan semua siswa merasa nyaman selama Ramadan dan tetap menjalankan kegiatan belajar dengan baik,” kata Joko.
SEB Tiga Menteri menetapkan kalender pembelajaran sebagai berikut:
– 27-28 Februari dan 3-5 Maret 2025: Pembelajaran dilakukan secara mandiri di rumah, tempat ibadah, atau masyarakat sesuai tugas dari sekolah.
– 6-25 Maret 2025: Pembelajaran tatap muka berlangsung di sekolah dengan fokus pada pendidikan keagamaan.
– 26-28 Maret, 2-4, 7-8 April 2025: Libur bersama untuk menyambut Idulfitri.
Joko menekankan bahwa meskipun jadwal dan metode pembelajaran disesuaikan, proses pendidikan tetap akan berjalan optimal.
“Kami berharap pendidikan selama Ramadan menjadi momen untuk memperkuat akhlak siswa sekaligus meningkatkan semangat kebersamaan dan toleransi di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Ia juga berharap aturan ini dapat diterapkan secara menyeluruh dengan dukungan dari sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat.
Namun, Joko mengakui bahwa ada tantangan yang harus dihadapi dalam pelaksanaan SEB ini, terutama terkait koordinasi dengan semua pihak agar kebijakan berjalan lancar.
“Diperlukan kerja sama yang baik dari seluruh pihak, termasuk pengawasan agar penyesuaian jadwal dan kegiatan tetap sesuai dengan panduan yang telah ditetapkan,” jelasnya.