Peninjauan sistem hydrant kering di Jalan Maduningrat sebagai upaya antisipasi kebakaran, Rabu (7/1/2026).
Tenggarong, Sambaranews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menghadirkan inovasi hydrant kering sebagai upaya meningkatkan sistem penanggulangan kebakaran, khususnya di kawasan padat penduduk dan wilayah dengan keterbatasan sumber air.
Wakil Bupati Kukar, H. Rendi Solihin, didampingi Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kukar, Fida Hurasani, bersama sejumlah anggota, meninjau langsung pilot project hydrant kering yang berlokasi di Jalan Maduningrat, Rabu (7/1/2026). Peninjauan tersebut menjadi bagian dari agenda Pemkab Kukar dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi risiko kebakaran.
Rendi Solihin menjelaskan, hydrant kering yang ditinjau tersebut merupakan yang pertama diterapkan di Kabupaten Kutai Kartanegara. Selama ini, hydrant yang ada masih mengandalkan tekanan air dari PDAM, yang dinilai berisiko merusak jalur perpipaan rumah warga.
“Hydrant kering ini adalah pilot project dan yang pertama di Kukar. Sebelumnya memang sudah ada hydrant, tapi masih menggunakan tekanan air PDAM. Kalau dipaksakan, itu berpotensi merusak jaringan pipa di rumah-rumah warga,” ujar Rendi.
Ia menyebutkan, inovasi hydrant kering merupakan inisiatif dari Kepala Damkarmatan Kukar dengan mengadopsi sistem yang telah lebih dulu digunakan di sejumlah kota besar di Indonesia.
Ke depan, sistem hydrant kering ini akan difokuskan untuk kawasan kampung kumuh yang tersebar di 20 kecamatan di Kukar. Wilayah tersebut umumnya memiliki akses jalan sempit, sehingga kendaraan pemadam kebakaran sulit masuk saat terjadi kebakaran.
“Kampung kumuh ini identik dengan gang-gang kecil dan kepadatan tinggi. Kondisi ini sangat menyulitkan penanganan kebakaran, sehingga keberadaan hydrant di titik-titik tertentu menjadi sangat penting,” jelas Rendi.
Sementara itu, Fida Hurasani mengatakan, peninjauan tersebut dilakukan untuk memperlihatkan langsung efektivitas sistem hydrant kering kepada Wakil Bupati, khususnya untuk menjawab persoalan keterbatasan sumber air di sejumlah wilayah, termasuk kawasan pesisir.
“Kalau terjadi kebakaran di wilayah pesisir, sumber air yang tersedia umumnya air laut atau air payau. Itu tidak bisa sembarangan digunakan karena ada spesifikasi tertentu pada mesin pemadam,” ujar Fida.
Ia mengungkapkan, Damkarmatan Kukar telah hampir dua tahun memikirkan solusi terkait ketersediaan sumber air, termasuk di wilayah Danau Aji yang dikenal minim pasokan air. Saat ini, pihaknya sebenarnya telah memiliki empat unit mesin hydrant kering, namun pemasangan sistem perpipaan dilakukan secara bertahap karena membutuhkan biaya yang cukup besar.
“Mesinnya sudah ada di tepi sungai, tetapi pipanisasi membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Alhamdulillah, dengan pipa yang sekarang kami gunakan, air bisa dialirkan hingga hampir satu kilometer dan hasilnya di luar ekspektasi,” jelasnya.
Fida menegaskan, sistem hydrant kering yang diterapkan dirancang secara sederhana, manual, dan tidak rumit, namun tetap fungsional dan aman. Hal tersebut dilakukan agar sistem benar-benar siap digunakan saat terjadi keadaan darurat.
“Ini bukan soal berharap ada musibah, tapi bagaimana kami melakukan antisipasi. Kunci utama pemadaman kebakaran adalah ketersediaan air,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga dan merawat fasilitas hydrant kering tersebut. Menurutnya, kerusakan atau kehilangan komponen hydrant dapat berdampak besar terhadap keselamatan warga.
“Nilai barangnya mungkin tidak seberapa, tapi dampaknya sangat besar. Tanpa sumber air yang memadai, kami tidak bisa menjamin penanganan kebakaran berjalan optimal,” pungkas Fida.
Wartawan: Kusma
Editor: leeya


Bupati Kutai Barat Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Kemasan Produk
Usai Dikeluhkan Pedagang, Kebijakan Tarif Lapak Bazar Ramadan Direvisi
Terkendala Efisiensi Anggaran, Pembangunan Pabrik Pakan Ikan di Loa Kulu Tertunda
Air Bangar Kembali Muncul, DKP Kukar Imbau Pembudidaya Ikan Lakukan Langkah Antisipasi
Optimalkan Sumur HPPO, Pertamina Hulu Mahakam Tambah Produksi Minyak Handil 2.000 BPH
Kesempatan Jadi Paskibraka 2026, Kesbangpol Kukar Mulai Sosialisasi ke Sekolah