Peternak babi di Kelurahan Jahab, Kecamatan Tenggarong.
Tenggarong, Sambaranews.com – Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru, harga babi di tingkat peternak dipastikan masih stabil dan belum mengalami kenaikan. Kondisi ini berbeda dengan sejumlah komoditas pangan lainnya, seperti daging sapi dan ayam, yang umumnya mengalami lonjakan harga seiring meningkatnya permintaan pada hari besar keagamaan.
Salah satu peternak babi di Kelurahan Jahab, Kecamatan Tenggarong, Gemima atau yang akrab disapa Mama Angel, mengatakan bahwa harga jual babi sangat bergantung pada kondisi ternak serta situasi peternak itu sendiri.
“Kalau menjelang Hari Natal biasanya harganya tetap tidak naik, itu juga tergantung dari pembelinya. Penentuan harga dilihat dari kondisi babinya, mulai dari usia, bobot, hingga kesiapan ternak untuk dijual,” ujarnya, Rabu (17/12/2025).
Ia menjelaskan, babi berusia remaja dengan bobot sekitar 40 kilogram dapat dijual dengan harga mencapai Rp100 ribu per kilogram. Sementara itu, babi dengan ukuran lebih besar umumnya dijual dengan kisaran harga Rp70 ribu per kilogram.
Menurut Gemima, kondisi peternak turut memengaruhi penetapan harga. Dalam situasi tertentu, seperti adanya kebutuhan dana mendesak, harga bisa mengalami penyesuaian.
“Terkadang peternak butuh uang untuk beli pakan, bayar tagihan, atau keperluan lain, sehingga harga terpaksa diturunkan setelah ditawar pembeli,” tambahnya.
Dalam proses pemeliharaan, Gemima menekankan pentingnya ketelatenan dan kesabaran. Ia memilih pakan yang terjangkau namun tetap sehat, seperti dedak, ampas tahu, daun ubi, kangkung, serta nasi sisa yang masih layak konsumsi.
“Pakannya sederhana saja, yang penting segar. Kalau pakan buruk, ternak mudah sakit dan pertumbuhannya lambat. Itu justru menambah biaya untuk pengobatan,” katanya.
Selain pakan, kebersihan kandang juga menjadi perhatian utama. Pembersihan kandang dilakukan secara rutin dua kali sehari, pada pagi dan sore hari, guna menjaga kebersihan serta mencegah munculnya penyakit.
“Kandang yang bersih membuat babi lebih sehat dan cepat besar. Ini bagian dari upaya kami menjaga kualitas ternak sekaligus meminimalkan kerugian,” jelasnya.
Dari sisi permintaan, pembeli tidak hanya berasal dari wilayah Tenggarong, tetapi juga dari daerah sekitar, termasuk Kabupaten Kutai Barat (Kubar).
“Ada pembeli yang datang langsung ke lokasi pemeliharaan, ada pula yang memesan melalui perantara. Umumnya, mereka membeli untuk kebutuhan keluarga, acara pesta, atau dijual kembali di pasar lokal,” jelasnya.
Meski demikian, untuk tahun ini Gemima mengaku belum menjual ternaknya karena masih dalam masa pertumbuhan dan belum mencapai usia ideal.
“Saat ini belum ada yang saya jual karena masih kecil. Rencananya tahun depan sekitar Februari, jika stok sudah siap, baru akan dijual. Untuk pemesanan bisa menghubungi nomor 081345945035,” pungkasnya.
Wartawan: Kusma
Editor: leeya


Bupati Kutai Barat Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Kemasan Produk
Usai Dikeluhkan Pedagang, Kebijakan Tarif Lapak Bazar Ramadan Direvisi
Terkendala Efisiensi Anggaran, Pembangunan Pabrik Pakan Ikan di Loa Kulu Tertunda
Air Bangar Kembali Muncul, DKP Kukar Imbau Pembudidaya Ikan Lakukan Langkah Antisipasi
Optimalkan Sumur HPPO, Pertamina Hulu Mahakam Tambah Produksi Minyak Handil 2.000 BPH
Kesempatan Jadi Paskibraka 2026, Kesbangpol Kukar Mulai Sosialisasi ke Sekolah