
Sambaranews.com, BALIKPAPAN – Dalam rapat paripurna DPRD Kota Balikpapan yang digelar pada Senin (21/4/2025), Fraksi Gerindra menyampaikan sejumlah rekomendasi penting kepada pemerintah kota terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Tahun Anggaran 2024. Anggota DPRD Balikpapan dari Fraksi Gerindra, Danang Eko Susanto, menyampaikan pandangan fraksinya dalam forum tersebut.
Mengawali penyampaian rekomendasi, Fraksi Gerindra memberikan ucapan selamat memperingati Hari Kartini, yang jatuh pada 21 April.
“Peringatan ini merupakan momentum untuk mensyukuri bahwa perempuan Indonesia kini telah mendapatkan tempat terhormat di berbagai sektor, termasuk pejabat publik dan politik,” ujar Danang.
Fraksi Gerindra mengapresiasi tren penurunan angka kemiskinan di Kota Balikpapan dari tahun 2022 hingga 2024, yang tercatat jauh di bawah rata-rata kemiskinan Provinsi Kalimantan Timur (6,31%) dan nasional (9,57%). Rekomendasi pun disampaikan agar kebijakan ekonomi terus diarahkan untuk menekan angka kemiskinan secara berkelanjutan.
Selain itu, Fraksi Gerindra mendorong pengembangan Balikpapan sebagai kota MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition), mengingat potensinya sebagai penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Ekonomi kreatif yang terbukti tahan krisis di masa 1998 dan pandemi 2019-2023 harus dioptimalkan. Pemerintah perlu memberi insentif serta kemudahan berusaha,” ujar Danang.
Dalam bidang pariwisata, Fraksi Gerindra menilai Balikpapan memiliki potensi besar sebagai destinasi liburan bagi para pekerja IKN. Oleh karena itu, pemerintah kota diminta terus berinovasi menciptakan wahana wisata baru, bahkan bila perlu menggandeng konsultan pariwisata bertaraf nasional hingga internasional.
Fraksi juga menyoroti peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Balikpapan yang naik dari Rp151,31 juta di tahun 2022 menjadi Rp214,11 juta pada 2024. Pertumbuhan ini didorong oleh sektor industri dan jasa, yang diminta untuk tetap menjadi fokus pembangunan.
Selanjutnya, Gerindra juga mengusulkan pemekaran Kecamatan Balikpapan Utara, mengingat luas wilayah mencapai lebih dari 51.000 hektare dengan jumlah penduduk sekitar 100 ribu jiwa. Pemekaran kelurahan seperti Graha Indah, Karang Joang, dan Batu Ampar diusulkan agar pelayanan publik lebih efektif dan efisien.
Fraksi Gerindra turut menyoroti kawasan Pandansari yang dinilai memiliki peran strategis dalam pertumbuhan ekonomi namun belum memiliki konsep penataan yang maksimal. Oleh karena itu, disarankan adanya pembenahan fasilitas seperti trotoar, drainase, jalan, serta penyediaan lahan parkir bertingkat (rooftop) lengkap dengan pusat kuliner dan masjid.
Sebagai bagian dari modernisasi, Fraksi Gerindra juga mengusulkan penerapan sistem parkir otomatis dengan metode pembayaran digital melalui loket. (ADV/DPRD Balikpapan)


Kebakaran Subuh Hanguskan 8 Bangunan di Liang Ilir, 12 KK Kehilangan Rumah: Damkar Terkendala Kurangnya Koordinasi Warga
Tiga Bangunan Hangus Terbakar di Sri Bangun, Damkar Kota Bangun Bergerak Cepat Padamkan Api
Dukungan Baru untuk Damkar Kota Bangun, Tingkatkan Kecepatan Penanganan
Kepala Pos Damkarmatan Kota Bangun Sambut Positif Bantuan Sarana Penyelamatan
Damkar Tabang Ajak Petani Kurangi Pembakaran Lahan demi Lingkungan yang Lebih Aman
Akses Jalan Kayu Jadi Kendala, Damkarmatan Muara Muntai Nilai Viar Lebih Efisien Dibanding Komodo
Akhiri Konflik Agraria Puluhan Tahun, Pemkab Kukar Bentuk Tim Identifikasi dan Verifikasi Lahan PT BDA
Banjir di Pondok Labu Tenggarong Surut, Warga Mulai Kembali ke Rumah
DPRD Kukar Beri Tenggat Satu Pekan Penyelesaian Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan Sektor Migas
Orang Tua Korban Tolak Hukuman Ringan, Pertanyakan KUHP Baru dalam Kasus Pencabulan 7 Santri