
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) Joko Sampurno (Istimewa)
Sambaranews.com, KUKAR – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya dilaksanakan pada 6 Januari 2025 di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengalami penundaan hingga kini. Penundaan ini terjadi karena adanya kendala teknis dari pemerintah pusat yang masih memerlukan tindak lanjut terkait pelaksanaan program tersebut.
Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Joko Sampurno, pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) mengenai pelaksanaan program ini, namun program tersebut ditunda hingga ada arahan lebih lanjut dari pihak pusat.
“Pelaksanaan program ini memang sudah dijadwalkan pada 6 Januari, namun harus ditunda setelah adanya evaluasi dan koordinasi lebih lanjut dengan BGN. Fasilitas tempat makan yang digunakan belum sesuai dengan standar yang ditetapkan, sehingga kami belum bisa melaksanakan program ini,” jelas Joko, Jumat (17/01/2025).
Awalnya, pelaksanaan program MBG di Kutai Kartanegara ditujukan untuk membantu siswa-siswi di dua SMP Negeri dan tiga SD Negeri di Tenggarong, sebagai proyek percontohan. Namun, pelaksanaan yang tertunda ini membuat masyarakat, terutama para orang tua siswa, mulai mempertanyakan kapan program tersebut akan benar-benar terlaksana.
Fasilitas tempat makan yang digunakan oleh sekolah-sekolah di kawasan Tenggarong disebut belum memenuhi standar yang ditetapkan oleh BGN. Hal ini menjadi penyebab utama kenapa pelaksanaan program MBG masih belum dapat direalisasikan.
“Tempat makan yang disediakan di sekolah-sekolah belum sesuai dengan ketentuan dari BGN. Oleh karena itu, kami tidak bisa melaksanakan program ini sampai semua persyaratan dan fasilitas yang dibutuhkan dipenuhi,” lanjut Joko.
Program MBG ini ditujukan untuk memberikan makan bergizi secara gratis bagi lebih dari 3.900 siswa di Kabupaten Kutai Kartanegara. Selain memberikan manfaat gizi yang lebih baik bagi siswa, program ini juga bertujuan untuk menanamkan kebiasaan makan sehat dan bergizi sejak dini. Seperti yang diketahui, pola makan yang sehat sangat berperan dalam perkembangan fisik dan kognitif anak-anak, terutama dalam usia sekolah.
Jika berjalan sesuai rencana, program MBG akan memberi makan bergizi setiap hari kepada siswa-siswi dari SMP Negeri 1 dan 2 Tenggarong, serta SD Negeri 001, 003, 011, dan 018 Tenggarong.
Joko menyebutkan bahwa meskipun program ini sudah memiliki antusiasme yang besar dari para siswa dan orang tua, pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut dari BGN agar program ini bisa segera dimulai.
“Koordinasi dengan pihak BGN sudah kami lakukan. Begitu ada arahan lebih lanjut dan fasilitas memenuhi standar, program ini akan langsung dilaksanakan,” tambahnya.
Dengan adanya program ini, pihak Disdikbud Kukar berharap dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup generasi muda di Kabupaten Kutai Kartanegara, serta menjadi contoh bagi daerah lain.
“Kami berharap kendala yang ada bisa segera teratasi, agar program ini dapat segera dirasakan manfaatnya oleh siswa-siswi di Kukar,” pungkas Joko. */