Pagi di halaman Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Rabu (16/9/2026), diisi dengan doa dan shalat istiqa.
TENGGARONG, SAMBARANEWS.COM, – Pagi di halaman Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Rabu (16/9/2026), diisi dengan doa. Di tengah kondisi kemarau yang masih dirasakan masyarakat, para jemaah melaksanakan Salat Istisqa sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan.
Doa untuk datangnya hujan itu menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang digelar Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Setelah Salat Istisqa, kegiatan dilanjutkan dengan Haul Jamak untuk mengenang dan mendoakan para raja serta kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara.
Dua kegiatan tersebut memiliki makna yang berbeda, tetapi berlangsung dalam satu rangkaian. Salat Istisqa menjadi ruang bagi jemaah untuk memanjatkan permohonan kepada Allah agar hujan segera turun, sementara Haul Jamak menjadi momentum untuk mengenang jasa dan mendoakan para pendahulu Kesultanan.
Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri mengatakan, pelaksanaan Salat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar bersama untuk meminta hujan.
“Hari ini kita melaksanakan kegiatan Salat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar kita untuk meminta hujan, dirangkaikan dengan Haul Jamak para raja-raja dan kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura,” kata Aulia.
Ia menyebut, rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda Erau Adat Kutai 2026. Namun, prosesi sakral Erau belum dimulai dan baru dijadwalkan pada 20 September 2026.
“Ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Erau tahun 2026. Akan tetapi, kita belum masuk ke dalam acara sakral Erau, karena acara sakral baru kita mulai di tanggal 20,” ujarnya.

Harapan agar hujan segera turun menjadi salah satu doa yang disampaikan dalam Salat Istisqa. Aulia mengatakan, sebelum pelaksanaan, sempat terlihat tanda-tanda hujan, tetapi angin yang cukup kuat membuat hujan belum juga turun.
“Jadi harapan kita segera turun hujan. Tadi sepertinya sudah ada tanda-tanda mau turun hujan, akan tetapi sepertinya angin agak lebih kuat sehingga belum ada tanda-tanda lagi mau turunnya hujan,” tuturnya.
Usai Salat Istisqa, rangkaian berlanjut dengan Haul Jamak. Bagi pemerintah daerah, kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari tradisi Kesultanan, tetapi juga momentum untuk menjaga adat dan budaya yang telah menjadi bagian dari identitas Kukar.
Aulia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Kukar berkomitmen mendukung rangkaian kegiatan Kesultanan, termasuk pelaksanaan Erau Adat Kutai 2026.
Menurutnya, keberadaan adat dan budaya merupakan kekayaan yang dimiliki Kukar dan menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaganya.
“Adat dan budaya kita ini adalah identitas kita. Ini adalah kekayaan yang dimiliki oleh Kutai Kartanegara yang tidak dimiliki oleh daerah-daerah yang lainnya,” katanya.
Dalam Haul Jamak, doa juga dipanjatkan untuk para raja dan kerabat Kesultanan yang telah terdahulu. Aulia berharap doa tersebut menjadi bagian dari ikhtiar agar Kukar senantiasa diberikan ketenteraman, kemakmuran dan kesejahteraan.
“Kita berharap dengan kita melaksanakan Haul Jamak dan mendoakan para raja-raja kita, itu akan menjadikan daerah kita Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi daerah yang tenteram, menjadi daerah yang makmur, menjadi daerah yang sejahtera, dan membuat masyarakatnya menjadi bahagia,” ujarnya.
Bagi Aulia, doa yang dipanjatkan pada rangkaian kegiatan tersebut juga menjadi harapan agar pelaksanaan Erau Adat Kutai 2026 berjalan lancar. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah.
“Kita juga memohonkan sekaligus pada kesempatan ini, kiranya kegiatan Erau tahun 2026 bisa berjalan sukses, lancar, dan insyaallah akan membawa manfaat yang sebesar-besarnya untuk Kabupaten yang kita cintai, Kabupaten Kutai Kartanegara,” pungkasnya.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut, di antaranya Kepala Disdikbud Kukar Heriansyah, Plt Kepala Dinas Kominfo Kukar Solihin, Kepala Dinas Perkebunan Kukar Muhammad Taufik, Wakil Ketua DPRD Kukar dari Fraksi Gerindra Junaidi, Kepala DPMD Kukar Arianto, serta Plt Kepala Dinas Pariwisata Kukar Awang Agus Dermawan.
Salat Istisqa dan Haul Jamak pun menjadi bagian dari perjalanan menuju Erau Adat Kutai 2026. Di satu sisi, masyarakat memanjatkan doa agar hujan turun. Di sisi lain, doa dipanjatkan untuk para pendahulu sekaligus mengiringi harapan agar tradisi tahunan tersebut berjalan lancar.
Wartawan: Kusma


Anthony Marchellino Pimpin Yayasan Karya Kasih Kaltim Periode 2026-2031
Razia Lapas Perempuan Tenggarong, Seluruh Tes Urine Negatif dan Nihil Temuan
Di Tengah Kemarau, Lapas Perempuan Tenggarong Ajak Warga Binaan Shalat Istisqa
Kabut Asap Selimuti Tenggarong, BPBD dan PMI Bagikan 5.000 Masker
Jelang Erau 2026, Dispar Kukar Rampungkan Materi Promosi Pariwisata
Di Balik Prosesi Beluluh Sultan, Ada Doa dan Ikhtiar Menjaga Warisan Adat Kutai