KUTIM – Meskipun Kecamatan Kaliorang di Kutai Timur (Kutim) telah menjadi salah satu destinasi alam terpadat, Camat Rusmono menegaskan bahwa ledakan jumlah wisatawan dalam dua tahun terakhir belum mampu menghasilkan potensi ekonomi secara optimal.
Menurut Rusmono, objek wisata unggulan di Kaliorang, yang mencakup Pantai Marang, Air Terjun Tangga Bidadari, hingga Gunung Karst, memang ramai dikunjungi, namun fasilitas penunjang yang disediakan masih jauh dari kata cukup. Kebutuhan mendesak mencakup penyediaan homestay, aula pertemuan, dan fasilitas menginap yang memadai. Minimnya fasilitas ini membuat wisatawan cenderung hanya melakukan kunjungan singkat, sehingga dampak ekonomi jangka panjang bagi warga sulit tercapai.
Selain itu, kendala terbesar yang menghambat potensi pariwisata adalah kerusakan parah pada akses jalan, terutama di rute Desa Bangun Jaya menuju Kaliorang. Rusmono mendesak pemerintah daerah untuk segera membenahi infrastruktur utama agar geliat wisata ini dapat bertransformasi dari sekadar kunjungan jangka pendek menjadi industri pariwisata yang berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi yang jauh lebih besar bagi masyarakat setempat. (ADV)


Pengadaan Tisu Toilet Senilai Rp261 Juta di Setda Kutim Viral, Bupati Mengaku Belum Paham Detailnya
Tekanan Fiskal di Kutim dan Desakan Kolaborasi Swasta untuk Pembangunan Daerah 3T
Transparansi Kunci Pembangunan: Desa Teluk Pandan Alokasikan Rp6 Miliar untuk Mengangkat Kualitas Jalan Tani dan Kehidupan Warga
Bupati Ardiansyah Resmikan Kantor Desa Muara Dun dan Balai Kelinjau Ilir, Tekankan Peningkatan Kapasitas SDM Aparat Desa
Disdikbud Kutim Komitmen Terapkan Restorative Justice: Mulyono Utamakan Mediasi dan Pendekatan Kekeluargaan untuk Kasus Sekolah
DPRD Kukar Beri Tenggat Satu Pekan Penyelesaian Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan Sektor Migas
12 Pemancing Terjebak Cuaca Buruk di Lamaru, Tim SAR Balikpapan Evakuasi Seluruh Korban dengan Selamat
Tekan Pelanggaran dan Balap Liar, Polres Kukar Luncurkan Operasi Keselamatan Mahakam 2026
FSPMI Kukar Unjuk Rasa di DPRD, Desak Penegakan Aturan Alih Daya dan Perlindungan Tenaga Kerja Lokal