Foto Ilustrasi Damkar.

Sambaranews.com | KUTAI KARTANEGARA – Relawan PMK Grema tidak hanya bekerja menghadapi risiko kebakaran, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menciptakan rasa aman di tengah masyarakat. Ketua PMK Grema, Paujan Muslim, menegaskan bahwa dukungan warga menjadi energi utama yang membuat relawan tetap bertahan hingga hari ini. “Kalau bukan karena warga, mungkin kami sudah tidak sanggup lagi berjalan. Semangat mereka yang membuat kami terus berdiri,” ujarnya, Minggu (14/9/2025).
Pada musim panas, relawan bekerja hampir tanpa jeda. Mereka melakukan pengecekan rutin terhadap alat pemadam, memperbaiki selang bocor, dan melakukan penyemprotan ke rumah warga, khususnya di kawasan pasar yang memiliki kepadatan bangunan tinggi. Masyarakat pun turut membantu, mulai dari tenaga, dukungan logistik, hingga iuran sukarela untuk kebutuhan bahan bakar operasional. “Warga sering datang menawarkan bantuan tanpa diminta. Ada yang bawa air minum, ada yang bantu biaya solar. Itu sangat berarti untuk kami,” tambah Paujan.
Menurutnya, relawan selalu menjaga kesiapsiagaan terutama pada malam hari ketika potensi kebakaran meningkat. Respons cepat masyarakat dalam memberikan informasi maupun dukungan lapangan menjadi motivasi besar bagi para relawan. “Warga sering menyampaikan harapan agar kami lebih cepat datang kalau ada kejadian. Itu jadi pengingat bahwa keberadaan kami masih sangat mereka butuhkan,” katanya.
Selain penanganan darurat, relawan juga menjalankan kegiatan patroli air untuk memantau titik-titik rawan kebakaran lahan di sepanjang bantaran sungai. Patroli ini sangat krusial karena banyak wilayah hanya bisa diakses melalui jalur air. Di tengah cuaca panas berkepanjangan, upaya ini menjadi langkah pencegahan yang efektif untuk menekan potensi kebakaran.
Paujan berharap pemerintah dapat menjembatani besarnya dukungan masyarakat dengan memberikan tambahan fasilitas, terutama peralatan darat dan mesin pemadam baru. “Kalau alat kami lebih kuat, kerja kami bisa lebih cepat dan akurat. Ini bukan hanya untuk relawan, tapi demi keselamatan semua warga,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa sinergi antara masyarakat, relawan, dan Damkarmatan resmi adalah kunci menciptakan lingkungan yang lebih aman dari ancaman kebakaran di Muara Muntai. “Kami hanya bagian kecilnya. Yang membuat sistem ini berjalan adalah warga, relawan, dan damkar yang saling bahu-membahu,” tutup Paujan. (ADV Damkarmatan Kukar/Anita R)


Kebakaran Subuh Hanguskan 8 Bangunan di Liang Ilir, 12 KK Kehilangan Rumah: Damkar Terkendala Kurangnya Koordinasi Warga
Tiga Bangunan Hangus Terbakar di Sri Bangun, Damkar Kota Bangun Bergerak Cepat Padamkan Api
Dukungan Baru untuk Damkar Kota Bangun, Tingkatkan Kecepatan Penanganan
Kepala Pos Damkarmatan Kota Bangun Sambut Positif Bantuan Sarana Penyelamatan
Damkar Tabang Ajak Petani Kurangi Pembakaran Lahan demi Lingkungan yang Lebih Aman
Akses Jalan Kayu Jadi Kendala, Damkarmatan Muara Muntai Nilai Viar Lebih Efisien Dibanding Komodo
Polantas Menyapa, Satlantas Kukar Percepat Layanan Administrasi Kendaraan
Tiga Rumah di Kuala Samboja Hangus Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Atap Bocor Dikeluhkan Pedagang, Disperindag Kukar Targetkan Perbaikan Pasar Mangkurawang Tuntas Juni 2026
Ancaman PHK di Depan Mata, Pemkab Kukar Dorong Perlindungan Pekerja Lokal