Armada PMK Grema.

Sambaranews.com | KUTAI KARTANEGARA – Relawan PMK Grema telah menjadi bagian penting dari sistem penanggulangan kebakaran di wilayah Muara Muntai selama lebih dari 15 tahun. Ketua PMK Grema, Paujan Muslim, mengenang bahwa kelompok ini berdiri sejak sekitar 2005 dan terbentuk secara swadaya karena kebutuhan mendesak masyarakat pada masa itu. “Dulu belum ada layanan pemadam resmi di kecamatan. Kalau ada kebakaran, warga hanya mengandalkan tenaga dan alat seadanya, jadi kami merasa perlu membentuk relawan,” ujarnya, Sabtu (13/9/2025).
Paujan menceritakan bahwa perjalanan panjang relawan tidak lepas dari berbagai keterbatasan. Sekretariat tempat menyimpan alat masih menumpang di bangunan warga, peralatan sering kali harus diperbaiki secara mandiri, dan sebagian besar kebutuhan operasional ditopang melalui gotong royong masyarakat. “Kami sudah lama bertahan dengan fasilitas minim, tapi semangat teman-teman dan dukungan warga membuat kami tetap jalan sampai hari ini,” tambah Paujan.
Di masa-masa awal, relawan kerap dikerahkan menangani kebakaran lahan dan rumah tanpa peralatan memadai. Perkembangan baru mulai dirasakan beberapa tahun terakhir ketika relawan mendapat tambahan kapal air dari dana aspirasi dan dukungan hidran dari anggaran desa. Meski belum merata, fasilitas ini cukup membantu meningkatkan kualitas layanan. “Bantuan itu sangat meringankan, walaupun masih banyak titik rawan yang belum terjangkau hidran,” jelasnya.
Hingga kini, PMK Grema memiliki anggota aktif sekitar 10 hingga 15 orang yang rutin melakukan patroli, pengecekan alat, dan penyemprotan rumah warga saat musim kemarau. Paujan menegaskan bahwa eksistensi relawan akan terus dipertahankan. “Selama masyarakat masih percaya dan membutuhkan kami, relawan PMK Grema akan tetap ada,” katanya.
Ia berharap pemerintah dapat memperkuat dukungan peralatan agar relawan dapat bekerja lebih efektif dan mengurangi risiko kebakaran yang terus mengancam wilayah Muara Muntai. “Harapan kami sederhana: peralatan yang lebih layak agar respon kami lebih cepat dan aman. Dengan itu, kami bisa melindungi lebih banyak warga,” tutup Paujan. (ADV Damkarmatan Kukar/Anita R)


Kebakaran Subuh Hanguskan 8 Bangunan di Liang Ilir, 12 KK Kehilangan Rumah: Damkar Terkendala Kurangnya Koordinasi Warga
Tiga Bangunan Hangus Terbakar di Sri Bangun, Damkar Kota Bangun Bergerak Cepat Padamkan Api
Dukungan Baru untuk Damkar Kota Bangun, Tingkatkan Kecepatan Penanganan
Kepala Pos Damkarmatan Kota Bangun Sambut Positif Bantuan Sarana Penyelamatan
Damkar Tabang Ajak Petani Kurangi Pembakaran Lahan demi Lingkungan yang Lebih Aman
Akses Jalan Kayu Jadi Kendala, Damkarmatan Muara Muntai Nilai Viar Lebih Efisien Dibanding Komodo
Polantas Menyapa, Satlantas Kukar Percepat Layanan Administrasi Kendaraan
Tiga Rumah di Kuala Samboja Hangus Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Atap Bocor Dikeluhkan Pedagang, Disperindag Kukar Targetkan Perbaikan Pasar Mangkurawang Tuntas Juni 2026
Ancaman PHK di Depan Mata, Pemkab Kukar Dorong Perlindungan Pekerja Lokal