Damkarmatan Pos Sektor Tabang.

Sambaranews.com | KUTAI KARTANEGARA – Menyikapi meningkatnya potensi kebakaran lahan dan hutan di musim kemarau, petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Pos Sektor Tabang menegaskan kesiapan mereka dalam menghadapi berbagai kemungkinan kejadian serupa di wilayah hulu.
Kondisi cuaca panas ekstrem yang melanda sejumlah kecamatan membuat risiko kebakaran meningkat signifikan, terutama di daerah yang memiliki lahan kering dan ditumbuhi vegetasi mudah terbakar. Pos Sektor Tabang, sebagai salah satu sektor yang wilayah kerjanya cukup luas dengan akses medan yang menantang, kini memperketat patroli, menyiapkan peralatan siaga, serta memperkuat koordinasi lintas instansi untuk memastikan respon cepat jika terjadi insiden di lapangan.
Mukhsin, Kepala Seksi Pemadaman dan Investigasi Damkarmatan Kukar, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan mekanisme tanggap darurat yang disesuaikan dengan prosedur standar penanganan kebakaran. Kesiapsiagaan ini melibatkan seluruh unsur petugas sektor, relawan kebakaran, serta perangkat pemerintah kecamatan yang tergabung dalam sistem penanganan terpadu.
“Jika nanti terjadi kebakaran lahan, kami tetap bantu. Tapi kami akan lihat situasi dan jarak dulu. Kalau titik api jauh dari posko dan tidak dekat pemukiman, kami utamakan koordinasi dengan BPBD,” ujarnya, Rabu (29/10/2025).
Menurut Mukhsin, dalam struktur tugas, Dinas Damkarmatan memiliki fokus utama pada penanganan kebakaran di kawasan pemukiman dan fasilitas publik yang berisiko langsung terhadap keselamatan warga. Namun, bukan berarti pihaknya menutup diri untuk membantu penanganan kebakaran lahan. Bila api berpotensi mengancam permukiman, infrastruktur penting, atau aset vital warga, tim Damkar tetap wajib turun langsung ke lapangan untuk melakukan langkah pemadaman.
“Tugas pokok dan fungsi (tupoksi) kami memang pada pemadaman di wilayah pemukiman. Tapi kalau lahan yang terbakar itu berdekatan dengan rumah warga, tim pasti turun dan membantu. Kami tidak tinggal diam,” tegasnya.
Ia menambahkan, strategi ini diterapkan agar sumber daya yang tersedia bisa dimanfaatkan secara efektif. Mengingat keterbatasan armada dan jarak tempuh antarwilayah di kecamatan Tabang yang cukup jauh, koordinasi lintas lembaga menjadi kunci utama. Dalam setiap penanganan di lapangan, pihak Damkarmatan selalu berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah kecamatan, hingga aparat kepolisian dan TNI untuk memastikan tindakan yang dilakukan tetap aman dan terarah.
“Kami tidak menolak untuk turun ke lapangan, tapi kami harus realistis melihat kondisi. Kalau bisa dijangkau 10–15 menit, akan kami backup sambil berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan BPBD,” tambah Mukhsin.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa saat ini petugas di Pos Sektor Tabang terus melakukan patroli preventif di beberapa titik rawan kebakaran, termasuk area perkebunan warga, lahan kosong, serta jalur hutan yang kerap dilalui aktivitas manusia. Upaya sosialisasi juga dilakukan dengan menggandeng pemerintah desa untuk mengingatkan warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
“Banyak kasus kebakaran yang berawal dari aktivitas pembukaan lahan atau pembakaran sampah kecil yang tidak diawasi. Ini yang perlu kita cegah bersama,” ujarnya.
Mukhsin juga mengingatkan bahwa musim kemarau panjang sering kali membuat api sulit dikendalikan, terutama ketika disertai angin kencang dan kondisi tanah yang kering. Oleh sebab itu, masyarakat diimbau agar selalu waspada serta melaporkan segera ke pos Damkar terdekat bila melihat adanya tanda-tanda kebakaran di sekitar lingkungan mereka.
Pihak Damkarmatan Tabang menegaskan, langkah preventif menjadi upaya paling efektif dalam menekan angka kebakaran di wilayah hulu. Selain melakukan edukasi langsung ke masyarakat, pihaknya juga berencana meningkatkan pelatihan teknis bagi relawan kebakaran (Rekar) di tingkat desa agar mampu memberikan respon awal sebelum bantuan utama tiba di lokasi.
“Kami berharap warga ikut berperan aktif. Pencegahan itu lebih mudah dan murah daripada penanganan setelah api membesar,” tutup Mukhsin.
Sementara itu, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kukar juga telah menyiapkan strategi jangka panjang dalam menghadapi potensi kebakaran lahan. Melalui koordinasi dengan BPBD dan Dinas Lingkungan Hidup, Damkarmatan berencana memperluas jangkauan pos siaga dan memperbanyak sarana pemadam di daerah dengan tingkat risiko tinggi.
Dengan berbagai upaya ini, diharapkan sinergi antara petugas Damkar, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat semakin kuat dalam menghadapi ancaman kebakaran di musim kemarau. Kesiapsiagaan dan kepedulian bersama menjadi kunci untuk melindungi lingkungan, menjaga keselamatan warga, serta meminimalkan dampak kerugian akibat kebakaran lahan di wilayah Kutai Kartanegara. (ADV Damkarmatan Kukar/Anita R)


Kebakaran Subuh Hanguskan 8 Bangunan di Liang Ilir, 12 KK Kehilangan Rumah: Damkar Terkendala Kurangnya Koordinasi Warga
Tiga Bangunan Hangus Terbakar di Sri Bangun, Damkar Kota Bangun Bergerak Cepat Padamkan Api
Dukungan Baru untuk Damkar Kota Bangun, Tingkatkan Kecepatan Penanganan
Kepala Pos Damkarmatan Kota Bangun Sambut Positif Bantuan Sarana Penyelamatan
Damkar Tabang Ajak Petani Kurangi Pembakaran Lahan demi Lingkungan yang Lebih Aman
Akses Jalan Kayu Jadi Kendala, Damkarmatan Muara Muntai Nilai Viar Lebih Efisien Dibanding Komodo
DPRD Kukar Beri Tenggat Satu Pekan Penyelesaian Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan Sektor Migas
Ngaku Gaji dan Tabungan, Pasutri Ini Ternyata Hidup Mewah dari Dolar Majikan
12 Pemancing Terjebak Cuaca Buruk di Lamaru, Tim SAR Balikpapan Evakuasi Seluruh Korban dengan Selamat
Tekan Pelanggaran dan Balap Liar, Polres Kukar Luncurkan Operasi Keselamatan Mahakam 2026