Sambaranews, Tenggarong – Program Desa Ramah Anak (Drama) merupakan salah satu program yang sangat diapresiasi oleh Pemerintah Desa Kota Bangun III, Kecamatan Kota Bangun, Kukar. Program ini telah menjadi salah satu program unggulan yang sering kali didukung dan diberdayakan oleh pemerintah setempat.
Fokus pada program tersebut ialah pengembangan pendidikan bagi anak-anak. Tujuannya ialah memberikan jaminan pendidikan yang layak.
Masyarakat pun begitu antusias dengan adanya program tersebut. “Program ini tentunya melibatkan banyak pihak dan juga didukung penuh oleh masyarakat,” ucap Kepala Desa Kota Bangun III, Lilik Hendrawanto, Rabu (13/3/2024).
Pada 2024, Pemdes Kota Bangun III berencana akan membuat ruang taman bermain anak. Anak-anak nanti akan diajak bermain sambil belajar dengan lingkungan sekitar.
“Jadi tetap edukasi, literasi, dan bermain anak. Lebih kepada kegiatan kunjungan ke lingkungan untuk bisa belajar sambil bermain,” katanya.
Lilik menyebut, hal itu penting dilakukan, sebab naluri anak-anak ialah bermain. Hal itu harus difasilitasi dengan baik agar apa yang dilakukan anak-anak menjadi terarah ke hal positif.
“Sebab pada prinsipnya, kebutuhan dasar anak-anak adalah bermain. Jadi kita lakukan kegiatan permainan yang ada nilai edukasinya,” pungkasnya. *(*)
(Adv/Kominfo Kukar)


Kebakaran Subuh Hanguskan 8 Bangunan di Liang Ilir, 12 KK Kehilangan Rumah: Damkar Terkendala Kurangnya Koordinasi Warga
Tiga Bangunan Hangus Terbakar di Sri Bangun, Damkar Kota Bangun Bergerak Cepat Padamkan Api
Dukungan Baru untuk Damkar Kota Bangun, Tingkatkan Kecepatan Penanganan
Kepala Pos Damkarmatan Kota Bangun Sambut Positif Bantuan Sarana Penyelamatan
Damkar Tabang Ajak Petani Kurangi Pembakaran Lahan demi Lingkungan yang Lebih Aman
Akses Jalan Kayu Jadi Kendala, Damkarmatan Muara Muntai Nilai Viar Lebih Efisien Dibanding Komodo
DPRD Kukar Dorong Skema Tahun Jamak Perbaiki Jalan Rusak Kota Bangun–Kenohan
Permudah Urusan SIM hingga STNK, Polantas Menyapa Jadi Andalan Satlantas Kukar
Pinjaman Rp820 Miliar Kukar Dipertanyakan, Bupati: untuk Bayar Rekanan dan Jaga Ekonomi
Puncak Nyepi Caka 1948 di Kerta Buana, Bupati Kukar Tekankan Harmoni dan Persatuan Umat