Suasana banjir di Kecamatan Tabang, Kutai Kartanegara.
Kutai Kartanegara, Sambaranews.com – Banjir kembali melanda Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menyusul meningkatnya debit sungai akibat curah hujan tinggi di wilayah hulu. Sebanyak 18 desa terdampak, dengan akses darat terputus di sejumlah titik serta pasokan listrik dan logistik warga terganggu.
Camat Tabang, Rakhmadani Hidayat, mengatakan banjir yang terjadi saat ini merupakan banjir susulan. Banjir pertama mulai muncul sejak Kamis (8/1/2026) di beberapa RT Desa Sidomulyo, namun saat itu ketinggian air masih relatif rendah dan belum merendam seluruh wilayah desa.
“Banjir hari Kamis lalu tidak terlalu tinggi, hanya beberapa sentimeter dan tidak semua RT terdampak. Namun banjir yang terjadi sejak Minggu kemarin merupakan lanjutan, dengan ketinggian air yang jauh lebih besar,” ujar Rakhmadani, Senin (12/1/2026).
Ia menjelaskan, pada Minggu (11/1/2026) debit air meningkat drastis dengan rata-rata elevasi air hampir mencapai dua meter. Akibatnya, dari total 19 desa di Kecamatan Tabang, sebanyak 18 desa terdampak banjir. Hanya Desa Bila Talang yang tidak terdampak karena memiliki elevasi wilayah yang lebih tinggi.
Meski banjir cukup tinggi, Rakhmadani menyebut hingga saat ini belum ada warga yang mengungsi. Berdasarkan laporan dari pemerintah desa, masyarakat masih bertahan di rumah masing-masing karena banjir di wilayah Tabang merupakan banjir tahunan yang biasanya hanya berlangsung selama satu hingga dua hari.
“Sejauh ini belum ada pengungsian. Warga masih bertahan karena sudah terbiasa dengan kondisi banjir seperti ini,” jelasnya.
Dari sisi mitigasi, pihak kecamatan terus melakukan koordinasi intensif dengan para kepala desa dan perangkat desa melalui grup komunikasi. Selain itu, jajaran kecamatan juga diarahkan untuk melakukan pemantauan langsung ke lapangan. Namun, Rakhmadani mengakui masih terdapat keterbatasan sarana dan prasarana, terutama untuk mobilisasi di wilayah perairan.
Pemantauan dilakukan di sejumlah titik rawan banjir, di antaranya Desa Sidomulyo serta jalur Poros PU yang masuk wilayah Desa Umaq Dian, tepatnya di sekitar Jembatan Tenjalim. Di lokasi tersebut, akses jalan poros terendam banjir sehingga tidak dapat dilalui kendaraan.
Banjir ini juga berdampak pada distribusi logistik, termasuk pasokan solar untuk PLN.
“Suplai solar ke PLN hari ini terganggu karena akses darat tidak bisa dilalui,” ungkap Rakhmadani.
Gangguan akses darat tersebut turut berimbas pada kondisi kelistrikan di wilayah terdampak. Dari 19 desa di Kecamatan Tabang, sebanyak 13 desa mendapat suplai listrik dari PLN UPTD, sementara enam desa di wilayah hilir menggunakan suplai listrik dari PLTU.
“Kondisi listrik tidak stabil, kadang menyala, kadang mati, tidak 24 jam. Bahkan malam hari pun kadang listrik tidak bisa menyala karena masih ada genangan banjir,” terangnya.
Rakhmadani menambahkan, hingga Senin (12/1/2026), enam desa di wilayah hilir mulai terdampak banjir kiriman dari wilayah hulu Kecamatan Tabang. Pihak kecamatan terus memantau perkembangan situasi dan menunggu penurunan debit air.
Wartawan: Kusma
Editor: leeya


Polantas Menyapa, Satlantas Kukar Percepat Layanan Administrasi Kendaraan
Tiga Rumah di Kuala Samboja Hangus Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Atap Bocor Dikeluhkan Pedagang, Disperindag Kukar Targetkan Perbaikan Pasar Mangkurawang Tuntas Juni 2026
Ancaman PHK di Depan Mata, Pemkab Kukar Dorong Perlindungan Pekerja Lokal
Wabup Kukar Tegaskan Tangga Arung Square untuk Pedagang Kecil, Bukan Ladang Oknum
Kios Tak Kunjung Buka dan Dugaan Jual Beli Lapak Menguat, Rendi Solihin: Izin Siap Dicabut