KUTIM – Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Timur (Kutim) melakukan penyesuaian strategi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif (Ekraf) tahun 2025 sebagai respons terhadap efisiensi anggaran daerah. Langkah ini berujung pada pembatalan sekitar 15 event besar yang diusulkan, termasuk Festival Sangkulirang.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dispar Kutim, Akhmad Rifanie, mengakui pemangkasan event berdampak signifikan karena kegiatan tersebut selama ini berfungsi sebagai penggerak ekonomi (meningkatkan omzet UMKM dan hunian penginapan).
Meskipun terjadi pengurangan acara, Dispar Kutim menegaskan bahwa pembinaan rutin terhadap seluruh 17 subsektor Ekraf (seperti film, kuliner, dan seni) akan tetap berjalan.
Fokus utama kini dialihkan untuk memprioritaskan kegiatan yang secara spesifik mengangkat budaya, adat, dan identitas lokal. Dispar bertujuan memastikan setiap anggaran yang tersisa dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan sektor-sektor Ekraf. Selain itu, Pemkab Kutim juga tengah membenahi SINDaKRAF untuk dijadikan basis data Ekraf tunggal yang
lebih efisien. (ADV)


Pengadaan Tisu Toilet Senilai Rp261 Juta di Setda Kutim Viral, Bupati Mengaku Belum Paham Detailnya
Tekanan Fiskal di Kutim dan Desakan Kolaborasi Swasta untuk Pembangunan Daerah 3T
Transparansi Kunci Pembangunan: Desa Teluk Pandan Alokasikan Rp6 Miliar untuk Mengangkat Kualitas Jalan Tani dan Kehidupan Warga
Bupati Ardiansyah Resmikan Kantor Desa Muara Dun dan Balai Kelinjau Ilir, Tekankan Peningkatan Kapasitas SDM Aparat Desa
Disdikbud Kutim Komitmen Terapkan Restorative Justice: Mulyono Utamakan Mediasi dan Pendekatan Kekeluargaan untuk Kasus Sekolah
Polantas Menyapa, Satlantas Kukar Percepat Layanan Administrasi Kendaraan
Tiga Rumah di Kuala Samboja Hangus Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Atap Bocor Dikeluhkan Pedagang, Disperindag Kukar Targetkan Perbaikan Pasar Mangkurawang Tuntas Juni 2026
Ancaman PHK di Depan Mata, Pemkab Kukar Dorong Perlindungan Pekerja Lokal