KUTIM – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) merayakan kekayaan budaya dan tradisinya melalui penyelenggaraan Festival Pesona Budaya Kutim 2025, yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) di Lapangan Helipad Bukit Pelangi, Sangatta, Jumat (21/11/2025). Acara ini diresmikan oleh Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Padliyansyah, menyampaikan bahwa tujuan utama festival ini adalah menegaskan bahwa Kutim adalah rumah besar bagi berbagai suku dan kaya akan identitas peradaban, melebihi kekayaan Sumber Daya Alamnya. Festival ini berfungsi sebagai wadah silaturahmi yang menciptakan ruang kebersamaan bagi seluruh komunitas yang ada.
Festival ini menyuguhkan berbagai atraksi seni yang mencerminkan keragaman wilayah, mulai dari pertunjukan khas masyarakat pesisir, seni dari pedalaman, hingga kesenian dari daerah luar seperti kuda lumping.
Lebih dari sekadar tontonan, Padliyansyah berharap acara ini menjadi katalisator bagi kelestarian budaya. Ia secara khusus menekankan pentingnya peran generasi muda. Padliyansyah mendorong agar anak-anak muda berani tampil, mencintai, dan secara aktif terlibat dalam membawa tradisi lokal ke masa depan, sebab tanpa partisipasi mereka, budaya hanya akan menjadi sejarah. (ADV)


Pengadaan Tisu Toilet Senilai Rp261 Juta di Setda Kutim Viral, Bupati Mengaku Belum Paham Detailnya
Tekanan Fiskal di Kutim dan Desakan Kolaborasi Swasta untuk Pembangunan Daerah 3T
Transparansi Kunci Pembangunan: Desa Teluk Pandan Alokasikan Rp6 Miliar untuk Mengangkat Kualitas Jalan Tani dan Kehidupan Warga
Bupati Ardiansyah Resmikan Kantor Desa Muara Dun dan Balai Kelinjau Ilir, Tekankan Peningkatan Kapasitas SDM Aparat Desa
Disdikbud Kutim Komitmen Terapkan Restorative Justice: Mulyono Utamakan Mediasi dan Pendekatan Kekeluargaan untuk Kasus Sekolah
DPRD Kukar Dorong Skema Tahun Jamak Perbaiki Jalan Rusak Kota Bangun–Kenohan
Permudah Urusan SIM hingga STNK, Polantas Menyapa Jadi Andalan Satlantas Kukar
Pinjaman Rp820 Miliar Kukar Dipertanyakan, Bupati: untuk Bayar Rekanan dan Jaga Ekonomi
Puncak Nyepi Caka 1948 di Kerta Buana, Bupati Kukar Tekankan Harmoni dan Persatuan Umat