KUTIM – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Kutai Timur mengambil langkah serius untuk mengejar target swasembada beras lokal dalam beberapa tahun mendatang. Strategi utama yang digencarkan adalah memaksimalkan produktivitas sawah melalui serangkaian program intensifikasi dan optimalisasi lahan pertanian.
Kepala DTPHP Kutim, Dyah Ratnaningrum, menjelaskan bahwa upaya peningkatan hasil pertanian di Kutim telah menunjukkan kemajuan yang signifikan. Melalui adaptasi teknologi pertanian modern yang didukung penuh oleh pemerintah daerah, hasil panen padi di Kutim kini mengalami peningkatan yang cukup tajam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dyah mencatat, jika dahulu rata-rata hasil panen padi hanya berkisar 3,9 hingga 4 ton per hektare, saat ini angka tersebut telah melonjak menjadi 5 hingga 7 ton per hektare, meskipun sangat bergantung pada kondisi irigasi dan lahan yang dimiliki
petani.
Saat ini, total lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) di Kutim seluas 2.638 hektare mampu memproduksi gabah kering panen sekitar 13.000 ton per tahun. Jumlah ini setara dengan 7.500 ton beras per tahun yang dihasilkan. Meskipun demikian, Dyah secara jujur mengakui bahwa jumlah produksi beras lokal tersebut baru mampu memenuhi sekitar seperempat dari total kebutuhan masyarakat Kutim, yang mencapai 35.000 ton beras per tahun. Artinya, daerah ini masih mengalami defisit pasokan sekitar 25.000 hingga 28.000 ton setiap tahunnya.
Melihat kesenjangan tersebut, semangat petani di Kutim terus dipupuk, dan pemerintah daerah berkomitmen untuk memperluas areal tanam sekaligus terus meningkatkan produktivitas per hektare. Sebagai langkah konkret, tim teknis DTPHP tengah melakukan kajian mendalam untuk perluasan lahan pertanian. Mereka memetakan sejumlah lokasi yang dinilai memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan sebagai kawasan pertanian baru. Meskipun beberapa lokasi potensial masih berstatus kawasan khusus, Dyah memastikan bahwa proses pengkajian sedang berjalan dan akan diajukan permohonan izin alih fungsi atau pemanfaatan terbatas kepada kementerian terkait, demi mewujudkan cita-cita swasembada beras lokal Kutim. (ADV)


Pengadaan Tisu Toilet Senilai Rp261 Juta di Setda Kutim Viral, Bupati Mengaku Belum Paham Detailnya
Tekanan Fiskal di Kutim dan Desakan Kolaborasi Swasta untuk Pembangunan Daerah 3T
Transparansi Kunci Pembangunan: Desa Teluk Pandan Alokasikan Rp6 Miliar untuk Mengangkat Kualitas Jalan Tani dan Kehidupan Warga
Bupati Ardiansyah Resmikan Kantor Desa Muara Dun dan Balai Kelinjau Ilir, Tekankan Peningkatan Kapasitas SDM Aparat Desa
Disdikbud Kutim Komitmen Terapkan Restorative Justice: Mulyono Utamakan Mediasi dan Pendekatan Kekeluargaan untuk Kasus Sekolah
Polantas Menyapa, Satlantas Kukar Percepat Layanan Administrasi Kendaraan
Tiga Rumah di Kuala Samboja Hangus Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Atap Bocor Dikeluhkan Pedagang, Disperindag Kukar Targetkan Perbaikan Pasar Mangkurawang Tuntas Juni 2026
Ancaman PHK di Depan Mata, Pemkab Kukar Dorong Perlindungan Pekerja Lokal