KUTIM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) menunjukkan komitmen kuat terhadap kesejahteraan tenaga pendidik dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp61 miliar pada tahun 2025.
Dana jumbo ini diperuntukkan bagi insentif, tunjangan profesi, dan honor tenaga pendidik yang tersebar di 18 kecamatan se-Kutim.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Mulyono, menegaskan bahwa alokasi ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada para guru yang merupakan ujung tombak dalam membangun generasi penerus bangsa.
Mulyono menanggapi dengan tenang isu adanya dugaan tunggakan senilai Rp1 miliar di Sistem Informasi Keuangan (SIK), menyebut hal itu kemungkinan adalah data lama yang belum diperbarui, namun ia memastikan akan melakukan pengecekan ulang untuk menghilangkan keraguan.
Disdikbud Kutim berkomitmen untuk memperkuat tata kelola keuangan yang akuntabel, transparan, dan tertib.
Tujuannya adalah memastikan seluruh pembayaran insentif dan tunjangan guru berjalan lancar, sesuai mekanisme, dan tidak ada pihak yang dirugikan.
Program dukungan finansial ini diharapkan tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga motivasi moral bagi guru untuk terus meningkatkan mutu pembelajaran.
Disdikbud berencana melakukan evaluasi berkala agar kebijakan tunjangan dapat lebih adaptif terhadap kebutuhan para guru di lapangan.(Adv)


Pengadaan Tisu Toilet Senilai Rp261 Juta di Setda Kutim Viral, Bupati Mengaku Belum Paham Detailnya
Tekanan Fiskal di Kutim dan Desakan Kolaborasi Swasta untuk Pembangunan Daerah 3T
Transparansi Kunci Pembangunan: Desa Teluk Pandan Alokasikan Rp6 Miliar untuk Mengangkat Kualitas Jalan Tani dan Kehidupan Warga
Bupati Ardiansyah Resmikan Kantor Desa Muara Dun dan Balai Kelinjau Ilir, Tekankan Peningkatan Kapasitas SDM Aparat Desa
Disdikbud Kutim Komitmen Terapkan Restorative Justice: Mulyono Utamakan Mediasi dan Pendekatan Kekeluargaan untuk Kasus Sekolah
Polantas Menyapa, Satlantas Kukar Percepat Layanan Administrasi Kendaraan
Tiga Rumah di Kuala Samboja Hangus Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Atap Bocor Dikeluhkan Pedagang, Disperindag Kukar Targetkan Perbaikan Pasar Mangkurawang Tuntas Juni 2026
Ancaman PHK di Depan Mata, Pemkab Kukar Dorong Perlindungan Pekerja Lokal