KUTIM – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutai Timur terus membuktikan komitmennya dalam menggerakkan roda ekonomi kerakyatan melalui program inovatif Pasar Hortik.
Pasar mingguan yang rutin diselenggarakan setiap hari Jumat ini berfungsi sebagai sarana vital jual beli hasil pertanian yang menyajikan beragam produk hortikultura segar, terutama sayuran, langsung dari tangan petani.
Program ini secara efektif memotong rantai distribusi yang panjang, sehingga menguntungkan kedua belah pihak: petani dan masyarakat.
Kepala Bidang Hortikultura DTPHP Kutim, Wahyudi Noor, yang mewakili Kepala DTPHP Dyah Ratnaningrum, menjelaskan bahwa Pasar Hortik merupakan bagian integral dari upaya dinas untuk membantu petani memasarkan hasil jerih payah mereka.
Produk yang ditawarkan sangat beragam, mulai dari sayuran segar, cabai, pisang, hingga berbagai jenis palawija.
Wahyudi, yang akrab disapa Yudi, memastikan bahwa seluruh produk yang dijual didatangkan langsung dari kelompok tani yang selama ini berada di bawah pendampingan intensif DTPHP.
Keunggulan utama Pasar Hortik terletak pada harga jual yang sangat terjangkau, bahkan sering kali lebih murah dibandingkan harga di pasar umum.
Meskipun murah, kualitas produk yang ditawarkan terjamin baik dan segar, sehingga hampir setiap produk yang disediakan selalu ludes terjual.
Menurut Yudi, konsumen rata-rata berasal dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Kutim serta masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan Bukit Pelangi, dan sejauh ini Pasar Hortik selalu mendapat respon yang sangat positif dari pengunjung.
Kehadiran Pasar Hortik menjadi peluang emas bagi para petani untuk menjual hasil panen mereka secara langsung kepada masyarakat, memungkinkan mereka mendapatkan harga yang lebih baik dan lebih adil tanpa terpotong oleh peran tengkulak atau perantara.
Inisiatif ini juga berfungsi untuk memperluas target pasar, menjadikan produk-produk lokal Kutai Timur lebih dikenal secara luas.
Dengan adanya platform yang konsisten ini, DTPHP Kutim secara nyata mendukung tercapainya kemandirian ekonomi petani dan memperkuat sektor pertanian lokal sebagai fondasi utama ketahanan pangan daerah.(Adv)


Pengadaan Tisu Toilet Senilai Rp261 Juta di Setda Kutim Viral, Bupati Mengaku Belum Paham Detailnya
Tekanan Fiskal di Kutim dan Desakan Kolaborasi Swasta untuk Pembangunan Daerah 3T
Transparansi Kunci Pembangunan: Desa Teluk Pandan Alokasikan Rp6 Miliar untuk Mengangkat Kualitas Jalan Tani dan Kehidupan Warga
Bupati Ardiansyah Resmikan Kantor Desa Muara Dun dan Balai Kelinjau Ilir, Tekankan Peningkatan Kapasitas SDM Aparat Desa
Disdikbud Kutim Komitmen Terapkan Restorative Justice: Mulyono Utamakan Mediasi dan Pendekatan Kekeluargaan untuk Kasus Sekolah
Polantas Menyapa, Satlantas Kukar Percepat Layanan Administrasi Kendaraan
Tiga Rumah di Kuala Samboja Hangus Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Wabup Kukar Tegaskan Tangga Arung Square untuk Pedagang Kecil, Bukan Ladang Oknum
Kios Tak Kunjung Buka dan Dugaan Jual Beli Lapak Menguat, Rendi Solihin: Izin Siap Dicabut