Foto Ilustrasi Damkar.

Sambaranews.com | KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Pos Sektor Kota Bangun meminta warga lebih memperhatikan kondisi mesin pompa air dan genset yang digunakan sehari-hari. Kepala Pos, Abdi Ratama, mengungkapkan bahwa beberapa laporan kebakaran kecil yang terjadi di permukiman hulu disebabkan oleh mesin yang terlalu panas saat bekerja. “Mesin pompa yang dibiarkan bekerja terus-menerus bisa memicu percikan, terutama bila sudah tua,” ujarnya pada Jumat (5/9/2025).
Abdi menjelaskan bahwa pompa air yang mengeluarkan suara kasar, getaran tidak wajar, atau aroma hangus adalah tanda bahwa mesin sudah terlalu panas. Kondisi ini semakin berbahaya jika pompa ditempatkan menempel pada dinding kayu atau berada di ruang sempit tanpa ventilasi. Panas yang terperangkap dapat dengan cepat membakar debu dan serpihan kayu di sekitarnya.
Selain itu, ia menilai bahwa banyak warga masih menempatkan genset terlalu dekat dengan bangunan rumah. Genset menghasilkan panas tinggi dan percikan dari knalpot kecil yang dapat menyambar material mudah terbakar. “Minimal beri jarak satu meter dari dinding kayu. Harus ada ruang udara agar panas tidak menumpuk,” tegasnya.
Damkarmatan Kota Bangun juga mendorong warga melakukan perawatan rutin: mengganti oli sesuai jadwal, memeriksa kabel, membersihkan filter udara, dan memastikan genset tidak diletakkan di permukaan basah. Edukasi ini diharapkan dapat mengurangi potensi kebakaran akibat peralatan rumah tangga yang sebenarnya bisa dicegah melalui langkah sederhana.(ADV Damkarmatan Kukar/Anita R)


Kebakaran Subuh Hanguskan 8 Bangunan di Liang Ilir, 12 KK Kehilangan Rumah: Damkar Terkendala Kurangnya Koordinasi Warga
Tiga Bangunan Hangus Terbakar di Sri Bangun, Damkar Kota Bangun Bergerak Cepat Padamkan Api
Dukungan Baru untuk Damkar Kota Bangun, Tingkatkan Kecepatan Penanganan
Kepala Pos Damkarmatan Kota Bangun Sambut Positif Bantuan Sarana Penyelamatan
Damkar Tabang Ajak Petani Kurangi Pembakaran Lahan demi Lingkungan yang Lebih Aman
Akses Jalan Kayu Jadi Kendala, Damkarmatan Muara Muntai Nilai Viar Lebih Efisien Dibanding Komodo
DPRD Kukar Beri Tenggat Satu Pekan Penyelesaian Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan Sektor Migas
Ngaku Gaji dan Tabungan, Pasutri Ini Ternyata Hidup Mewah dari Dolar Majikan
12 Pemancing Terjebak Cuaca Buruk di Lamaru, Tim SAR Balikpapan Evakuasi Seluruh Korban dengan Selamat
Tekan Pelanggaran dan Balap Liar, Polres Kukar Luncurkan Operasi Keselamatan Mahakam 2026