
Kepala Desa Loa Raya, Martin. *(adv/nur)
Sambaranews.com, TENGGARONG – Dalam rangka mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, Pemerintah Desa (Pemdes) Loa Raya di Kecamatan Tenggarong Seberang terus berfokus pada pengembangan sektor pertanian. Dengan mengelola 30 hektare lahan pertanian aktif, desa ini mengupayakan langkah-langkah strategis untuk memodernisasi alat produksi dan memperkuat dukungan terhadap petani.
Kepala Desa Loa Raya, Martin, menyatakan bahwa sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung ekonomi desa. Karenanya, tahun 2025 menjadi momentum penting untuk menggenjot kinerja sektor ini dengan berbagai dukungan peralatan dan bibit unggul.
“Ketahanan pangan masih menjadi prioritas utama dalam pembangunan desa tahun ini,” ujar Martin saat ditemui, Senin (24/3/2025).
Menurut Martin, desa telah menjalin komunikasi aktif dengan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar. Sejumlah permohonan bantuan telah diajukan, termasuk traktor, mesin perontok padi, dan bibit padi. Permohonan tersebut kini telah mendapatkan tanggapan positif dan anggarannya telah masuk dalam APBD murni tahun ini.
“Kami memang masih kekurangan seperti mesin perontok padi dan traktor. Tapi alhamdulillah, sudah direspons,” tambahnya.
Di samping kebutuhan teknis, Pemdes juga tengah menyusun rencana pelatihan petani dalam mengelola hasil panen secara efisien. Termasuk kemungkinan membentuk koperasi tani desa untuk mempermudah akses modal dan distribusi hasil tani.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan nilai jual hasil pertanian dan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi petani Loa Raya. Tidak hanya itu, perbaikan irigasi dan akses jalan pertanian juga akan menjadi perhatian agar distribusi hasil panen lebih cepat dan efisien.
“Desa punya potensi, tapi perlu ditopang dengan teknologi dan pendampingan. Ini yang sedang kami dorong bersama stakeholder terkait,” jelas Martin.
Dengan dukungan dari Pemkab Kukar dan sinergi antarinstansi, Pemdes Loa Raya optimistis pertanian bisa menjadi sektor unggulan yang mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus menumbuhkan semangat petani muda untuk kembali ke lahan. (ADV Diskominfo Kukar/nr)