Kantor Dinas Pariwisata dan Pemasaran Disbudpar PPU. (adv/*)

Sambaranews.com, PENAJAM – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus berupaya memperkuat sektor wisata sejarah sebagai bagian dari pelestarian budaya dan peningkatan daya tarik daerah. Dengan memaksimalkan potensi situs bersejarah, langkah ini diharapkan tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga berdampak pada ekonomi lokal melalui pengembangan destinasi wisata berbasis sejarah.
Kepala Bidang Pariwisata dan Pemasaran Disbudpar PPU, Juzlizar Rakhman, menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan pemetaan serta penguatan terhadap sejumlah situs sejarah penting di PPU. Beberapa di antaranya adalah Makam Aji Raden Kusuma, Anden Oko, Anden Gedang, serta Aji Natam di Makam Tepian Dalam Muara Sesulu. Selain itu, peninggalan Meriam Jepang di Kelurahan Gunung Seteleng juga menjadi fokus pengembangan.
“Kami ingin menjadikan situs-situs sejarah ini sebagai destinasi wisata yang menarik sekaligus edukatif. Dengan pengelolaan yang lebih baik, wisata sejarah di PPU bisa menjadi daya tarik unggulan,” ujar Juzlizar, Kamis (13/3/2025).
Sebagai langkah konkret, Disbudpar PPU telah menyusun rencana peningkatan infrastruktur pendukung di sekitar lokasi wisata sejarah. Peningkatan akses jalan, penyediaan fasilitas parkir, pembangunan area informasi sejarah, serta pengembangan pusat kuliner menjadi beberapa fokus utama untuk menunjang kenyamanan wisatawan.
“Wisata sejarah bukan hanya sekadar melestarikan masa lalu, tetapi juga bagaimana mengelolanya agar bisa memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar,” tambahnya.
Juzlizar juga menekankan bahwa wisata sejarah harus dikelola secara terstruktur dan profesional, sehingga dapat menarik lebih banyak wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah. Selain pengembangan infrastruktur, Disbudpar PPU juga berencana menggelar festival sejarah dan peringatan peristiwa bersejarah sebagai upaya menarik minat wisatawan.
“Kami ingin mengangkat wisata sejarah PPU agar semakin dikenal luas. Ke depan, berbagai kegiatan seperti festival budaya dan edukasi sejarah akan menjadi agenda rutin untuk menarik minat wisatawan,” jelasnya.
Melalui program ini, Disbudpar PPU berharap dapat menciptakan ekosistem wisata yang lebih berkelanjutan, sekaligus memperkuat identitas sejarah daerah. Dengan dukungan dari pemerintah dan masyarakat, sektor wisata sejarah PPU diharapkan berkembang lebih pesat dan menjadi bagian dari daya tarik utama pariwisata lokal. (nr/Adv Diskominfo PPU)


Kebakaran Subuh Hanguskan 8 Bangunan di Liang Ilir, 12 KK Kehilangan Rumah: Damkar Terkendala Kurangnya Koordinasi Warga
Tiga Bangunan Hangus Terbakar di Sri Bangun, Damkar Kota Bangun Bergerak Cepat Padamkan Api
Dukungan Baru untuk Damkar Kota Bangun, Tingkatkan Kecepatan Penanganan
Kepala Pos Damkarmatan Kota Bangun Sambut Positif Bantuan Sarana Penyelamatan
Damkar Tabang Ajak Petani Kurangi Pembakaran Lahan demi Lingkungan yang Lebih Aman
Akses Jalan Kayu Jadi Kendala, Damkarmatan Muara Muntai Nilai Viar Lebih Efisien Dibanding Komodo
Bupati Kutai Barat Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Kemasan Produk
Usai Dikeluhkan Pedagang, Kebijakan Tarif Lapak Bazar Ramadan Direvisi
Terkendala Efisiensi Anggaran, Pembangunan Pabrik Pakan Ikan di Loa Kulu Tertunda
Air Bangar Kembali Muncul, DKP Kukar Imbau Pembudidaya Ikan Lakukan Langkah Antisipasi