Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali. *(adv/ist)

Sambaranews.com, BALIKPAPAN – Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali, mengimbau para guru untuk lebih fokus dalam menjalankan tugas sebagai tenaga pendidik dengan menghindari penggunaan media sosial untuk kepentingan pribadi selama jam belajar.
Menurut Gasali, penggunaan media sosial di lingkungan sekolah yang tidak berkaitan dengan kegiatan pendidikan bisa mengurangi efektivitas proses belajar mengajar dan memberikan contoh yang kurang baik bagi siswa.
“Guru adalah teladan bagi siswa. Oleh karena itu, kita harapkan waktu di sekolah bisa benar-benar dimanfaatkan untuk mendidik dan membimbing siswa, bukan digunakan untuk aktivitas pribadi di media sosial,” ujar Gasali dalam keterangannya, Kamis (27/2/2025).
Ia menekankan bahwa dunia pendidikan harus berjalan profesional, dengan fokus utama meningkatkan kualitas pembelajaran dan membentuk karakter siswa yang baik.
Menurutnya, kemajuan teknologi digital saat ini memberikan banyak manfaat bagi pendidikan, tetapi juga memiliki potensi dampak negatif jika tidak digunakan dengan bijak.
“Media sosial bisa menjadi alat yang baik untuk mendukung pembelajaran jika digunakan dengan benar. Namun, jika digunakan untuk kepentingan pribadi di luar konteks pendidikan saat jam belajar, tentu ini akan mengganggu efektivitas pengajaran,” tambahnya.
Gasali juga mengingatkan bahwa publik dan orang tua siswa sangat memperhatikan bagaimana guru menjalankan perannya di sekolah. Jika ada hal-hal yang dinilai tidak relevan dengan tugas mengajar, maka akan menimbulkan kesan negatif di masyarakat.
“Kita harus menjaga kredibilitas tenaga pendidik. Jika aktivitas yang dilakukan di sekolah tidak berhubungan dengan pendidikan, masyarakat bisa menilai negatif, dan ini tentu tidak baik untuk citra dunia pendidikan,” jelasnya.
Ia meminta agar pengawasan dan disiplin dalam memanfaatkan waktu belajar semakin diperketat, baik oleh pihak sekolah maupun pengawas pendidikan.
Selain itu, Gasali mendorong para guru untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pembelajaran yang inovatif.
“Daripada menggunakan media sosial untuk kepentingan pribadi, lebih baik memanfaatkannya untuk mengembangkan metode pembelajaran digital atau berbagi ilmu yang bermanfaat bagi siswa,” tegasnya.
Gasali berharap imbauan ini dapat diterapkan dengan baik demi menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif dan profesional di Kota Balikpapan. Dengan kerja sama antara guru, sekolah, dan pemerintah, kualitas pendidikan di Balikpapan diharapkan semakin meningkat. (*/ADV/DPRD Balikpapan)


Kebakaran Subuh Hanguskan 8 Bangunan di Liang Ilir, 12 KK Kehilangan Rumah: Damkar Terkendala Kurangnya Koordinasi Warga
Tiga Bangunan Hangus Terbakar di Sri Bangun, Damkar Kota Bangun Bergerak Cepat Padamkan Api
Dukungan Baru untuk Damkar Kota Bangun, Tingkatkan Kecepatan Penanganan
Kepala Pos Damkarmatan Kota Bangun Sambut Positif Bantuan Sarana Penyelamatan
Damkar Tabang Ajak Petani Kurangi Pembakaran Lahan demi Lingkungan yang Lebih Aman
Akses Jalan Kayu Jadi Kendala, Damkarmatan Muara Muntai Nilai Viar Lebih Efisien Dibanding Komodo
Bupati Kutai Barat Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Kemasan Produk
Usai Dikeluhkan Pedagang, Kebijakan Tarif Lapak Bazar Ramadan Direvisi
Terkendala Efisiensi Anggaran, Pembangunan Pabrik Pakan Ikan di Loa Kulu Tertunda
Air Bangar Kembali Muncul, DKP Kukar Imbau Pembudidaya Ikan Lakukan Langkah Antisipasi