
Kepala BPS Provinsi Kaltim Yusniar Juliana menyerahkan sertifikat kepada Desa Loa Duri Ilir. (adv/nur)
Sambaranews.com, KUTAI KARTANEGARA – Desa Loa Duri Ilir di Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, berhasil meraih peringkat ke-23 tingkat nasional dalam Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2024. Capaian ini menempatkan desa tersebut sebagai yang terbaik di Kalimantan Timur dan menjadi contoh dalam pengelolaan data berbasis desa.
Sebagai bentuk apresiasi, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim menyerahkan sertifikat penghargaan kepada Desa Loa Duri Ilir dalam acara yang digelar di Ruang Rapat Lantai 3 Diskominfo Kukar, Selasa (25/2/2025).
Acara ini dihadiri oleh Plt. Kepala Dinas Kominfo Kukar, Solihin, Kepala BPS Kukar, Mursinah, Kepala Bidang Statistik Diskominfo Kukar, Asdi, serta Kepala Desa Loa Duri Ilir, Fakhri Arsyad, beserta perangkat desa.
Dalam sambutannya, Kepala BPS Provinsi Kaltim, Yusniar Juliana, menegaskan bahwa pengelolaan data yang baik merupakan faktor utama dalam pembangunan desa.
“Kami berharap pengelolaan data dan statistik yang sudah berjalan dapat terus dikembangkan oleh desa-desa lain di Kukar, karena data yang akurat sangat penting dalam menentukan kebijakan pembangunan,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi Desa Loa Duri Ilir yang telah menunjukkan kinerja baik dalam pengelolaan data desa. Desa ini bahkan telah mengembangkan usaha berbasis komoditas unggulan, seperti produksi telur omega, yang menjadi nilai tambah dalam perekonomian desa.
“Apa yang telah diraih Desa Loa Duri Ilir merupakan hasil kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah dan pusat. Dengan adanya Inpres Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), maka pengelolaan data yang lebih akurat akan semakin diperkuat di seluruh desa,” tambahnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Diskominfo Kukar, Solihin, mengungkapkan bahwa prestasi Desa Loa Duri Ilir menjadi motivasi bagi desa-desa lain di Kukar.
“Keberhasilan ini menjadi contoh nyata bagaimana desa dapat mengelola datanya dengan baik dan memperoleh manfaat dari berbagai program pembangunan. Kami berharap desa-desa lain dapat mengikuti jejak Desa Loa Duri Ilir dalam pengelolaan data statistik,” ungkap Solihin.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa Diskominfo Kukar akan terus mendukung program statistik desa dan mendorong inovasi dalam pengelolaan data agar manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat luas.
Dengan adanya pencapaian ini, Desa Loa Duri Ilir kini diharapkan menjadi tempat studi banding bagi desa-desa lain, guna meningkatkan kapasitas mereka dalam mengelola data berbasis desa secara lebih optimal. (ADV Diskominfo Kutai Kartanegara/nr)