
Ketua JMSI Kaltim, Mohammad Sukri. *
Sambaranews.com, SAMARINDA – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kalimantan Timur (Kaltim) bekerja sama dengan Dewan Pengurus Cabang (DPC) di tiga daerah, yakni Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kutai Kartanegara (Kukar), dan Kota Balikpapan, akan menggelar Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) dalam waktu dekat.
Ketua JMSI Kaltim, Mohammad Sukri, menegaskan bahwa penyelenggaraan UKW ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam meningkatkan kompetensi wartawan di daerah. Ujian ini akan mencakup tiga jenjang, yaitu Muda, Madya, dan Utama, yang bertujuan memastikan wartawan bekerja sesuai dengan standar profesional jurnalistik.
“UKW ini menjadi bagian dari upaya kita untuk menyiapkan sumber daya manusia yang berkompeten dan mengembangkan jurnalisme yang semakin berkualitas serta dapat menyajikan informasi sesuai dengan prinsip jurnalistik yang diakui,” ujar Sukri, Jumat, 7 Februari 2025.
Di Kabupaten PPU, UKW akan dilaksanakan dalam tiga kelas yang mencakup semua jenjang. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada bulan April mendatang, bertepatan dengan Rapat Kerja Pengurus Cabang PPU.
Sementara itu, di Kabupaten Kukar, UKW akan digelar pada bulan Juli dengan tiga kelas untuk jenjang Muda dan satu kelas untuk jenjang Utama. Untuk Kota Balikpapan, penyelenggaraan UKW tengah dalam tahap persiapan dengan mempertimbangkan kondisi yang ada dan diproyeksikan berlangsung pada Juni atau Juli.
“Insyaallah, UKW ini direncanakan akan digelar pada bulan Juni atau Juli,” ungkap Sukri.
Pelaksanaan UKW ini juga berkaitan erat dengan regulasi pemerintah yang mengatur hubungan kerja sama antara media dan pemerintah, khususnya dalam hal advertorial. Sukri menyoroti Peraturan Gubernur (Pergub) Kalimantan Timur Nomor 49 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Media Komunikasi Publik yang menjadi salah satu acuan utama dalam pengelolaan media di lingkungan pemerintah daerah.
Selain itu, UKW juga relevan dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 32 Tahun 2024 yang mengatur tanggung jawab perusahaan platform digital dalam mendukung jurnalisme berkualitas. Peraturan ini menekankan pentingnya kerja sama antara perusahaan media dengan platform digital, termasuk aspek pendanaan dan pembentukan komite pengawasan.
“Regulasi ini memastikan bahwa karya jurnalistik dihormati dan dihargai kepemilikannya secara adil dan transparan. Maka dari itu, kita harus menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten sejak sekarang,” tegas Sukri.
Sukri juga menginstruksikan kepada seluruh Pengurus Cabang JMSI di Kalimantan Timur untuk aktif mendukung dan berkoordinasi guna menyukseskan UKW. Menurutnya, perusahaan media yang ingin bergabung dengan JMSI harus memiliki dokumen perusahaan yang lengkap serta bersedia menjalani proses verifikasi administrasi dan faktual oleh Dewan Pers.
“Saya sudah arahkan agar persiapan dilakukan dari sekarang, step by step. Tidak perlu terburu-buru, yang penting berjalan dengan baik dan terstruktur,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Sukri mengapresiasi kerja keras seluruh pengurus DPC JMSI di Kaltim yang terus menjalankan roda organisasi dengan baik. Ia berharap UKW ini dapat semakin meningkatkan kualitas dan profesionalisme wartawan di daerah, sehingga mampu menyajikan informasi yang kredibel dan berimbang.