
Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qodri. *(adv/ist)
Sambaranews.com, BALIKPAPAN – Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qodri, menegaskan bahwa penghentian sementara pembangunan Green Valley 2 dan Green Hill akan terus berlanjut hingga semua pengembang memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Keputusan ini bertujuan untuk memastikan bahwa proyek properti di Balikpapan berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku dan tidak menimbulkan kendala hukum di kemudian hari.
Menurut Alwi, penegakan aturan dalam pembangunan sangat penting untuk memastikan bahwa tidak ada proyek yang melanggar ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
“Kami ingin memastikan bahwa semua proses pembangunan di Balikpapan berjalan sesuai dengan aturan yang ada. Jangan sampai ada pembangunan yang terhambat karena kelengkapan perizinan yang belum dipenuhi,” tegas Alwi, Selasa (4/2/2025).
Ia menambahkan bahwa penghentian ini merupakan bentuk peringatan kepada pengembang lainnya agar lebih memperhatikan aspek legalitas sebelum memulai proyek. Dengan demikian, tidak ada lagi kasus pembangunan yang harus dihentikan akibat kelalaian dalam memenuhi perizinan dan regulasi teknis.
DPRD Kota Balikpapan juga mendorong pengembang untuk segera menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi yang masih kurang. Alwi mengingatkan bahwa DPRD akan terus mengawasi perkembangan situasi ini dan mengharapkan adanya langkah cepat dari pihak terkait untuk menyelesaikan kendala yang ada.
Keputusan penghentian sementara ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah kota dalam menata pembangunan yang lebih tertib dan berkelanjutan. Selain mempertimbangkan aspek ekonomi, regulasi ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa setiap proyek yang berjalan tetap memperhatikan aspek lingkungan dan tata ruang kota.
DPRD Balikpapan berharap bahwa para pengembang dapat memahami kebijakan ini sebagai bagian dari upaya menciptakan pembangunan yang lebih baik dan tertata di kota ini. Dengan adanya kepatuhan dari para pengembang, Balikpapan dapat terus berkembang dengan infrastruktur yang berkualitas dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
(*/ADV/DPRD Balikpapan)