
Pelaku, AN (50), seorang ART. *
Sambaranews.com, SAMARINDA, 14 Januari 2025 – Unit Jatanras Polresta Samarinda berhasil mengungkap kasus pencurian perhiasan senilai Rp 50 juta di rumah seorang dokter, Ratu Tria Nandia (29), yang berlokasi di Jl. Untung Siropati, Sungai Kunjang. Pelaku, AN (50), asisten rumah tangga korban, kini telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk menjalani proses hukum.
Kasus ini bermula saat korban meninggalkan rumah pada 17-19 Desember 2024 untuk berlibur bersama keluarga. Sebelum pergi, korban mempercayakan penjagaan rumah kepada AN, asisten rumah tangga yang sudah bekerja cukup lama. Namun, kepercayaan tersebut dikhianati.
Saat kembali, korban tidak menyadari ada yang hilang karena kondisi rumah terlihat normal. Baru pada 29 Desember 2024 pukul 21.50 WITA, ketika korban ingin mengenakan perhiasannya, ia menemukan kotak perhiasan kosong. Berbagai barang berharga, termasuk cincin berlian, mata kalung, dan gelang, yang totalnya mencapai Rp 50.032.000, hilang dari tempat penyimpanan.
Korban segera melaporkan kasus tersebut ke Polresta Samarinda. Setelah melakukan penyelidikan selama dua minggu, polisi akhirnya menangkap pelaku pada 13 Januari 2025 di depan Pasar Sigiri, Jl. Dr. Sutomo.
Saat ditangkap, AN mengakui semua perbuatannya. Ia memanfaatkan kondisi rumah yang kosong saat majikannya pergi. Hasil barang curian tersebut telah ia jual sebagian untuk kebutuhan pribadi.
“Pelaku telah mengakui pencurian yang dilakukannya. Ia memanfaatkan kepercayaan korban saat rumah kosong. Kami sedang menyelidiki kemungkinan adanya pelaku lain atau pihak yang terlibat dalam penjualan barang hasil curian,” ungkap salah satu anggota Unit Jatanras Polresta Samarinda.
Kapolresta Samarinda mengimbau warga untuk lebih berhati-hati dalam memberikan kepercayaan kepada orang lain, termasuk asisten rumah tangga. Ia juga menyarankan agar barang berharga disimpan di tempat yang lebih aman dan sulit dijangkau.
“Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada, terutama saat rumah ditinggalkan dalam waktu lama. Pastikan rumah terkunci dengan baik dan barang berharga tersimpan di tempat yang aman,” ujar Kapolresta Samarinda.
Polresta Samarinda menegaskan bahwa pelaku akan dikenakan pasal pencurian sesuai dengan KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.
Saat ini, pelaku tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polresta Samarinda. Barang bukti yang berhasil ditemukan akan digunakan dalam proses penyelidikan lebih dalam. Polisi juga terus mencari kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus ini.
Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat Samarinda untuk lebih berhati-hati menjaga rumah dan barang berharga, terutama saat meninggalkan rumah dalam waktu lama. */