CumaMie. *(adv)

Sambaranews.com, KUKAR – Siapa sangka, di tengah maraknya pilihan kuliner kekinian di Tenggarong, CumaMie berhasil mencuri perhatian dengan menyajikan mie nyemek yang kaya rasa dan beragam hidangan lezat lainnya. Usaha kuliner yang diprakarsai oleh Juliwati ini tidak hanya menarik anak muda, tetapi juga keluarga yang mencari makanan dengan rasa otentik dan harga terjangkau.
Bermula dari keinginan untuk meningkatkan pendapatan keluarga, CumaMie kini berkembang pesat, menjadi pilihan favorit di kalangan pencinta kuliner lokal. Dari mie goreng hingga ayam pop, CumaMie hadir dengan konsep yang simpel namun menggugah selera.
Mie Nyemek: Hidangan Unik yang Membuat Penikmatnya Kembali Lagi
Mie nyemek adalah menu andalan yang paling digemari di CumaMie. Berbeda dengan mie instan biasa, mie nyemek di sini disajikan dengan kuah kental dan bumbu rempah yang kaya, memberikan rasa yang lebih gurih dan nikmat. Juliwati, sang pemilik, mengatakan bahwa mie nyemek ini menjadi daya tarik utama karena menawarkan cita rasa yang tidak biasa.
“Rasa mie nyemek kami memang berbeda, karena kita menggunakan rempah-rempah alami yang memberikan rasa khas. Ini bukan mie instan, tapi mie yang penuh rasa dan sangat digemari,” kata Juliwati.
Selain mie nyemek, CumaMie juga menyajikan berbagai menu lainnya seperti mie goreng, ayam pop, dan kentang goreng yang selalu disajikan segar dan dengan bahan baku pilihan.
Strategi Pemasaran Cerdas yang Meningkatkan Popularitas CumaMie
Salah satu faktor keberhasilan CumaMie adalah strategi pemasaran yang cerdas. Juliwati memanfaatkan media sosial untuk menjangkau pelanggan lebih luas dan memperkenalkan menu-menu mereka. Selain itu, CumaMie juga aktif mengikuti acara lokal seperti Car Free Day (CFD) dan SOE (Sundown Outdoor Event) untuk menarik perhatian lebih banyak pengunjung.
“Media sosial sangat membantu dalam menjangkau audiens yang lebih besar. Kami sering mendapatkan feedback positif yang semakin memotivasi kami untuk berinovasi dan terus memberikan yang terbaik,” tambahnya.
Visi untuk Masa Depan: Ekspansi dan Inovasi Menu Baru
Juliwati memiliki visi besar untuk masa depan CumaMie. Ia berharap bisa membuka lebih banyak cabang di luar Tenggarong dan terus mengembangkan variasi menu yang bisa memikat lebih banyak pelanggan.
“Kami ingin CumaMie tidak hanya dikenal di Tenggarong, tetapi juga bisa menjadi pilihan kuliner yang dikenal luas di daerah lainnya. Selain itu, kami ingin terus berinovasi agar pelanggan selalu memiliki alasan untuk kembali,” ujarnya penuh harapan.
Melewati Tantangan dan Tetap Berkembang
Tentu saja, perjalanan CumaMie tidak selalu mulus. Persaingan yang ketat di dunia kuliner menjadi tantangan tersendiri. Namun, Juliwati yakin bahwa dengan menjaga kualitas rasa dan terus berinovasi, CumaMie akan terus berkembang.
“Tantangan pasti ada, tetapi kami percaya kualitas rasa dan pelayanan yang baik akan selalu membuat pelanggan kembali,” jelasnya.
Dengan semangat tinggi, CumaMie kini telah menjadi salah satu usaha kuliner yang patut diperhitungkan di Tenggarong. Dengan kualitas rasa yang terjaga dan inovasi yang tiada henti, CumaMie memiliki potensi untuk terus berkembang dan menjadi ikon kuliner kekinian yang digemari banyak orang.
(adv/*ari)


Kebakaran Subuh Hanguskan 8 Bangunan di Liang Ilir, 12 KK Kehilangan Rumah: Damkar Terkendala Kurangnya Koordinasi Warga
Tiga Bangunan Hangus Terbakar di Sri Bangun, Damkar Kota Bangun Bergerak Cepat Padamkan Api
Dukungan Baru untuk Damkar Kota Bangun, Tingkatkan Kecepatan Penanganan
Kepala Pos Damkarmatan Kota Bangun Sambut Positif Bantuan Sarana Penyelamatan
Damkar Tabang Ajak Petani Kurangi Pembakaran Lahan demi Lingkungan yang Lebih Aman
Akses Jalan Kayu Jadi Kendala, Damkarmatan Muara Muntai Nilai Viar Lebih Efisien Dibanding Komodo
DPRD Kukar Beri Tenggat Satu Pekan Penyelesaian Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan Sektor Migas
12 Pemancing Terjebak Cuaca Buruk di Lamaru, Tim SAR Balikpapan Evakuasi Seluruh Korban dengan Selamat
Tekan Pelanggaran dan Balap Liar, Polres Kukar Luncurkan Operasi Keselamatan Mahakam 2026
FSPMI Kukar Unjuk Rasa di DPRD, Desak Penegakan Aturan Alih Daya dan Perlindungan Tenaga Kerja Lokal