Sambaranews, Tenggarong – Dalam kunjungan ke Desa Kahala, Kecamatan Kenohan, Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah, mengungkapkan keinginannya agar setiap kecamatan di wilayahnya memiliki masjid besar.
Ini merupakan bagian dari visi untuk memperkuat infrastruktur keagamaan dan manajemen masjid yang baik di seluruh kabupaten.
Bupati Edi menekankan pentingnya memenuhi beberapa kriteria dalam pembangunan masjid, termasuk ketersediaan lahan wakaf yang tidak tumpang tindih, adanya akte yayasan yang sah, serta transparansi dalam perencanaan dan penganggaran.
Dia juga menyoroti perlunya kerjasama antara pemerintah daerah, Dewan Masjid Indonesia (DMI) di tingkat kabupaten dan kecamatan, pengurus masjid, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mewujudkan harapan masyarakat.
“Kami siap mendukung pembangunan masjid yang besar, yang tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat Islam, tempat berkumpul, belajar, dan berdakwah,” ujarnya, Sabtu (16/3/2024).
“Namun, ini bukan pekerjaan yang bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi dari semua pihak,” tambahnya.
Bupati Edi juga menambahkan bahwa akan ada laporan kemajuan terkait pembangunan masjid yang akan segera dipublikasikan, menunjukkan transparansi dan akuntabilitas dalam prosesnya.
(Adv/Kominfo Kukar)


Kebakaran Subuh Hanguskan 8 Bangunan di Liang Ilir, 12 KK Kehilangan Rumah: Damkar Terkendala Kurangnya Koordinasi Warga
Tiga Bangunan Hangus Terbakar di Sri Bangun, Damkar Kota Bangun Bergerak Cepat Padamkan Api
Dukungan Baru untuk Damkar Kota Bangun, Tingkatkan Kecepatan Penanganan
Kepala Pos Damkarmatan Kota Bangun Sambut Positif Bantuan Sarana Penyelamatan
Damkar Tabang Ajak Petani Kurangi Pembakaran Lahan demi Lingkungan yang Lebih Aman
Akses Jalan Kayu Jadi Kendala, Damkarmatan Muara Muntai Nilai Viar Lebih Efisien Dibanding Komodo
DPRD Kukar Dorong Skema Tahun Jamak Perbaiki Jalan Rusak Kota Bangun–Kenohan
Permudah Urusan SIM hingga STNK, Polantas Menyapa Jadi Andalan Satlantas Kukar
Pinjaman Rp820 Miliar Kukar Dipertanyakan, Bupati: untuk Bayar Rekanan dan Jaga Ekonomi
Puncak Nyepi Caka 1948 di Kerta Buana, Bupati Kukar Tekankan Harmoni dan Persatuan Umat