Akari Balikpapan Kenalkan Seni dan Budaya di Expo Erau 2026.
TENGGARONG, SAMBARANEWS.COM, – Beragam kostum warna-warni menghiasi rangkaian Expo Erau Adat Kutai 2026 di Lapangan Parkir Stadion Rondong Demang, Tenggarong, Minggu (20/9/2026).
Di tengah deretan tenant Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), hadir Asosiasi Karnaval Indonesia (Akari) DPC Kota Balikpapan yang membawa puluhan personel untuk memperkenalkan seni dan budaya melalui pertunjukan fashion karnaval dan tari ritual.
Sekitar 80 personel dilibatkan dalam keikutsertaan Akari pada Expo Erau 2026. Mereka tidak hanya membawa kostum karnaval, tetapi juga menampilkan salah satu Tari Ritual Beledang yang dibawakan oleh Komunitas Pegiat Seni Karnaval Kota Balikpapan (Kopaskal).
Sekretaris Jenderal Kopaskal sekaligus Sekretaris Umum Akari DPC Kota Balikpapan, Deddy Safitri, mengatakan keikutsertaan mereka menjadi bentuk penghormatan kepada Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura sekaligus upaya memperkenalkan seni dan budaya yang mereka miliki.

“Yang pertama kami sebagai rasa hormat kami kepada Kesultanan Sultan Tenggarong, sebagai bentuk kepedulian kami untuk melestarikan seni dan budaya khususnya yang ada di Kota Balikpapan,” kata Deddy.
Ia menjelaskan, Akari merupakan asosiasi yang menaungi berbagai perkumpulan seni dan budaya. Dalam Expo Erau kali ini, Akari membawa fashion kostum karnaval yang diproduksi sendiri.
Kostum-kostum tersebut dikenakan oleh para talent dari berbagai jenjang usia, mulai dari siswa sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).
“Kalau kostum secara keseluruhan, mulai dari yang saya kenakan dan yang dikenakan nantinya para adik-adik untuk karnaval itu adalah produksi dari Akari sendiri,” ujarnya.
Tak hanya kostum, penampilan Akari juga dipadukan dengan pertunjukan Tari Ritual Beledang. Deddy menyebut, tarian tersebut merupakan salah satu ritual yang berasal dari masyarakat Dayak.

Sementara itu, untuk kostum karnaval, tingkat kerumitan turut memengaruhi biaya pembuatannya. Beberapa kostum seperti karakter bunga dan naga disebut dapat mencapai sekitar Rp1,5 juta per set.
Menurut Deddy, semakin rumit desain dan banyak ornamen yang digunakan, biaya produksi kostum juga semakin besar. Sebaliknya, kostum dengan desain sederhana memiliki biaya produksi yang lebih rendah.
Kehadiran Akari di Expo Erau menjadi salah satu warna tersendiri dalam perhelatan budaya tersebut. Kostum yang dibuat secara mandiri tidak hanya menjadi busana pertunjukan, tetapi juga menjadi media untuk mengenalkan kreativitas seni kepada masyarakat dan wisatawan yang datang.
Deddy berharap ke depan Akari DPC Kota Balikpapan dapat terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah, baik di Kota Balikpapan maupun Kalimantan Timur, dalam mengembangkan seni dan budaya.
“Karena kitalah sebagai pewaris dan penerus kegiatan seni dan kebudayaan untuk nantinya ke depannya akan kita wariskan kepada anak cucu kita,” pungkasnya.
Wartawan: Kusma


Bupati Kukar Pastikan Pemulihan Warga Terdampak Kebakaran Jadi Prioritas
Kerap Bikin Resah Warga, 13 Tempat Hiburan Malam di Kota Bangun Diawasi hingga Akhir Oktober
Dari Aksi Galang Dana, Mahasiswa STIE Tenggarong Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran
Lurah Melayu Pastikan Tak Ada Korban Jiwa dalam Kebakaran Gang Wakaf, Data Sementara 50 KK Terdampak
75 Bangunan Terbakar di Danau Aji, Damkar Kukar Akui Terkendala Pasokan Air
Reses Masa Persidangan III, Arie Wibowo Serap Aspirasi Warga Samarinda Utara